Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Insan (Ham) Yang Pernah Terjadi Di Indonesia

Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang Pernah Terjadi di Indonesia

Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia  Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang Pernah Terjadi di Indonesia
Gambar Ilustrasi

Selamat Datang di Web Pendidikan edukasinesia.com

Hallo teman Edukasi Lovers,senang sekali rasanya pada kesempatan kali ini saya sanggup membagikan artikel untuk menambah pengetahuan dan wawasan teman Edukasi Lovers semua.Artikel yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini berjudul Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang Pernah Terjadi  di Indonesia




Berikut Pembahasannya

Berbagai masalah pelanggaran hak asasi insan (HAM) terjadi di Indonesia.Kasus Pelanggaran HAM tersebut ada yang sempat diproses hingga pengadilan.Namun, banyak masalah pelanggaran yang tidak tuntas penanganannya terutama masalah pelanggaran yang berbau politik.Kasus-kasus tersebut terjadi semenjak masa Orde Baru, ibarat jajak pendapat Timor Timur, Peristiwa Tanjung Priok, masalah buruh Marsinah, DOM Aceh dan Papua, Waduk Nipah, Peristiwa Talangsari, Kedung Ombo, hingga kerusuhan Mei, masalah penembakan Mahasiswa Trisakti, dan bencana Semanggi yang terjadi ketika menjelang orde reformasi.Berikut ini aneka macam masalah pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.

1)    Kasus Marsinah (1993)
Terbunuhnya seorang  buruh pabrik berjulukan Marsinah pada tahun 1993, Marsinah dibunuh lantaran keterlibatannya dalam aksi demo membela kaum buruh.Tim penyelidiki telah menemukan banyak tersangka yang telah diajukan ke persidangan tingkat pertama, tingkat banding hingga pengajuan kasasi di Mahkamah Agung.Namun semua terdakwa bebas murni dan dinyatakan tidak bersalah.

2)    Peristiwa Trisakti dan Semanggi (1998)


Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia  Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang Pernah Terjadi di Indonesia


Penembakan mahasiswa Trisakti dan bencana Semanggi.Peristiwa ini terjadi pada tahun 1998 ketika para mahasiswa menuntut diakhirinya masa Orde Baru.Komnas HAM telah membentuk komisi penyelidikan pelanggaran HAM.Namun hingga ketika ini insiden tersebut belum juga diajukan dalam sidang pengadilan.

3)  Pembantaian di Timor Timur

Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia  Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang Pernah Terjadi di Indonesia


Pada masalah jajak pendapat di Timor Timur pada tahun 1999 telah terjadi pelanggaran HAM berat mencakup pembunuhan massal, aneka macam penyiksaan, kekerasan berdasarkan gender hingga pembumihangusan.Sejumlah tersangka telah diajukan ke pengadilan HAM dan diproses  secara hukum.Akan tetapi, hasil keputusan sidang pengadilan tidak menunjukkan rasa puas terhadap masyarakat, baik masyarakat di dalam negeri maupun masyarakat internasional.

4)    Lumpur Lapindo

Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia  Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang Pernah Terjadi di Indonesia
Gambar Lumpur Lapindo


Kasus pelanggaran HAM berat terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.Pada tahun 2006 terjadi insiden banjir lumpur panas akhir kegiatan pengeboran tanah yang dilakukan PT. Lapindo Brantas di Porong, Sidoarjo.Semburan lumpur panas terjadi terus menerus hingga menimbulkan dampak luar biasa bagi masyarakat dan mengganggu kegiatan perekonomian di Jawa Timur.Masyarakat di sekitar daerah semburan terpaksa pindah untuk dievakuasi ke tempat kondusif lantaran lumpur yang menggenangi pemukiman mereka.Peristiwa ini kemudian ditangani oleh Komnas HAM yang telah menemukan 13 jenis pelanggaran yang terjadi di daerah yang tergenang lumpur tersebut yaitu pelanggaran di bidang ekonomi, sosial, dan budaya.Selain itu, dikatakan luapan lumpur Lapindo termasuk kategori “corporate crime”.Peristiwa tersebut menjadikan terjadinya pelanggaran HAM lantaran tidak adanya kepastian dan jaminan yang layak bagi para korban.

5)    Aksi Bom Bali (2002)
Peristiwa ini terjadi pada tahun 2002. Sebuah bom diledakkan di daerah Legian Kuta, Bali oleh sekelompok jaringan teroris.

Kepanikan sempat melanda di penjuru Nusantara akhir insiden ini. Aksi bom bali ini juga banyak memicu tindakan terorisme di kemudian hari.

Peristiwa bom bali menjadi salah satu aksi terorisme terbesar di Indonesia. Akibat insiden ini, sebanyak ratusan orang meninggal dunia, mulai dari turis absurd hingga warga lokal yang ada di sekitar lokasi.

6)    Peristiwa Tanjung Priok (1984)
Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984 antara abdnegara dengan warga sekitar yang berawal dari masalah SARA dan unsur politis.

Peristiwa ini dipicu oleh warga sekitar yang melaksanakan demonstrasi pada pemerintah dan abdnegara yang hendak melaksanakan pemindahan makam keramat Mbah Priok. Para warga yang menolak dan murka kemudian melaksanakan unjuk rasa, hingga memicu bentrok antara warga dengan anggota polisi dan TNI.

Dalam insiden ini diduga terjadi pelanggaran HAM dimana terdapat ratusan korban meninggal dunia akhir kekerasan dan penembakan.

7)    Kasus Penganiayaan Wartawan Udin (1996)
Kasus penganiayaan dan terbunuhnya Wartawan Udin (Fuad Muhammad Syafruddin)terjadi di yogyakarta 16 Agustus 1996. Sebelum insiden ini, Udin kerap menulis artikel kritis perihal kebijakan pemerintah Orde Baru dan militer. Ia menjadi wartawan di Bernas semenjak 1986. Udin ialah seorang wartawan dari harian Bernas yang diduga diculik, dianiaya oleh orang tak dikenal dan hasilnya ditemukan sudah tewas.

8)    Pembantaian Santa Cruz (1991)
Kasus ini masuk dalam catatan kasus pelanggaran HAM di Indonesia, yaitu pembantaian yang dilakukan oleh militer atau anggota Tentara Nasional Indonesia dengan menembak warga sipil di Pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor-Timur pada tanggal 12 November 1991. Kebanyakan warga sipil yang sedang menghadiri pemakaman rekannya di Pemakaman Santa Cruz ditembak oleh anggota militer Indonesia. Puluhan demonstran yang kebanyakkan mahasiswa dan warga sipil mengalami luka-luka dan bahkan ada yang meninggal. Banyak orang menilai bahwa masalah ini murni pembunuhan yang dilakukan oleh anggota Tentara Nasional Indonesia dengan melaksanakan aksi ke Dili, dan merupakan aksi untuk menyatakan Timor-Timur ingin keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan membentuk negara sendiri.
9)    Peristiwa 27 Juli (1996)
Peristiwa ini disebabkan oleh para pendukung Megawati Soekarno Putri yang menyerbu dan mengambil alih kantor DPP PDI di Jakarta Pusat pada tanggal 27 Juli 1996. Massa mulai melempari dengan kerikil dan bentrok, ditambah lagi kepolisian dan anggota Tentara Nasional Indonesia dan ABRI tiba berserta Pansernya. 

Kerusuhan meluas hingga ke jalan-jalan, massa mulai merusak bangunan dan rambu-rambu lalu-lintas. Dikabarkan lima orang meninggal dunia, puluhan orang (sipil maupun aparat) mengalami luka-luka dan sebagian ditahan. Menurut Komnas Hak Asasi Manusia, dalam insiden ini telah terbukti terjadinya pelanggaran HAM.

10) Pelanggaran HAM di Daerah Operasi Militer (DOM), Aceh
Peristiwa ini telah menimbulkan bentuk bentuk pelanggaran HAM terhadap penduduk sipil yang berupa penyiksaan, penganiayaan, dan pelecehan seksual yang berulang-ulang dengan pola yang sama. Kasus-kasus dari aneka macam bentuk tindakan kekerasan yang dialami wanita yang terjadi dari ratusan kekerasan seputar diberlakukannya Daerah Operasi Militer selama ini tidak pernah terungkap.

Ada beberapa alasan yang mengakibatkan informasi ini tidak diketahui oleh masyarakat luas dan dunia
internasional ibarat :
·         Korban pelecehan seksual terutama di Aceh, sering dianggap malu dan memalukan. Akibatnya korban atau keluarga selalu berusaha untuk menutupi insiden tersebut.
·         Adanya bahaya dari pelaku untuk tidak "mengungkap" insiden tersebut kepada orang lain, karena  pelakunya abdnegara yang sedang bertugas di daerah tersebut, menciptakan korban/keluarga selalu berada dalam kondisi diintimidasi.
·         Penderitaan dan stress berat yang dialami oleh korban sangat mendalam, sehingga sangat sulit bagi korban untuk menceritakan pengalaman buruknya, apalagi kepada orang yang tidak terlalu dikenalnya.
·         Adanya bahaya dari pihak-pihak tertentu terhadap orang ataupun LSM yang mendampingi korban.

11) Pembantaian Rawagede 
Pembantaian Rawagede merupakan pelanggaran HAM yang terjadi penembakan dan pembunuhan penduduk kampung Rawagede (sekarang Desa Balongsari, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat) oleh tentara Belanda tanggal 9 Desember 1945 bersamaan dengan Agresi Militer Belanda I. Akibatnya puluhan warga sipil terbunuh oleh tentara Belanda yang kebanyakan dibunuh tanpa alasan yang jelas. Tanggal 14 September 2011, Pengadilan Den Haaq menyatakan pemerintah Belanda bersalah dan harus bertanggung jawab dengan membayar ganti rugi kepada para keluarga korban pembantaian Rawagede.

12) Penculikan pelopor 1997/1998
adalah insiden penghilangan orang secara paksa atau penculikan terhadap para pelopor pro-demokrasi yang terjadi menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 1997 dan Sidang Umum Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tahun 1998 Jakarta Selatan.Peristiwa penculikan ini dipastikan berlangsung dalam tiga tahap: Menjelang pemilu Mei 1997, dalam waktu dua bulan menjelang sidang MPR bulan Maret, sembilan di antara mereka yang diculik selama periode kedua dilepas dari kurungan dan muncul kembali. Beberapa di antara mereka berbicara secara terbuka mengenai pengalaman mereka. Tapi tak satu pun dari mereka yang diculik pada periode pertama dan ketiga muncul.[1]Selama periode 1997/1998, KONTRAS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) mencatat 23 orang telah dihilangkan oleh alat-alat negara. Dari angka itu, 1 orang ditemukan meninggal (Leonardus Gilang), 9 orang dilepaskan penculiknya, dan 13 lainnya masih hilang hingga hari ini.

13) Kerusuhan Ambon/Maluku (1999)
Kerusuhan Ambon (Maluku) yang terjadi semenjak bulan Januari 1999 hingga ketika ini telah memasuki periode kedua, yang telah menimbulkan korban jiwa dan harta benda yang cukup besar serta telah membawah penderitaan dalam bentuk kemiskinan dan kemelaratan bagi rakyat di Maluku pada umumnya dan kota Ambon pada khususnya.Peristiwa kerusuhan di Ambon (Maluku) diawali dengan terjadinya perkelahian antara salah seorang perjaka Nasrani asal Ambon yang berjulukan J.L, yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot dengan seorang perjaka Islam asal Bugis, NS, penganggur yang sering mabuk-mabukan dan sering melaksanakan pemalakan (istilah Ambon "patah" ) khususnya terhadap setiap sopir angkot yang melewati jalur Pasar Mardika – Batu Merah.Tentang perkembangan terakhir konflik di ambon berdasarkan tubuh pekerja kontras (komisi yang menangani masalah orang hilang dan korban tindak kekerasan) Sampai ketika ininja kotaumlah korban yang kami terima berjumlah tidak kurang 1.349 korban tewas, 273 luka parah serta 321 luka ringan. 

14) Konflik Berdarah Poso (1998) 
Awal konflik Poso terjadi sesudah pemilihan bupati pada desember 1998. Ada sintimen keagamaan yang melatarbelakangi pemilihan tersebut. Kalau dilihat dari konteks agama, Poso terbagi menjadi dua kelomok agama besar, Islam dan Kristen.  Sebelum pemekaran, Poso didominasi oleh agama Islam, namun sesudah mengalami pemekaran menjadi Morowali dan Tojo Una Una, maka yang mendominasi adala agama Kristen. Selain itu masih banyak dijumpai penganut agama-agama yang berbasis kesukuan, terutama di daerah-daerah pedalaman. Islam dalam hal ini masuk ke Sulawesi, dan terkhusus Poso, terlebih dahulu. Baru kemudian disusul Nasrani masuk ke Poso.Keberagaman ini lah yang menjadi salah satu pemantik seringnya terjadi pelbagai kerusuhan yang terjadi di Poso. Baik itu kerusuhan yang berlatar belakang sosial-budaya, ataupun kerusuhan yang berlatarbelakang agama, ibarat yang diklaim ketika kerusuhan Poso tahun 1998 dan kerusuhan tahun 2000. Agama seakan-akan menjai kendaraan dan alasan tendesius untuk kepentingan masing-masing. 

15) Penembakan Misterius (1982-1985)
Diantara tahun 1982-1985, insiden ini mulai terjadi. ‘Petrus’ ialah sebuah insiden penculikan, penganiayaan dan penembakan terhadap para preman yang sering menganggu ketertiban masyarakat. Pelakunya tidak diketahui siapa, namun kemungkinan pelakunya ialah abdnegara kepolisian yang menyamar (tidak menggunakan seragam). Kasus ini termasuk pelanggaran HAM, lantaran banyaknya korban Petrus yang meninggal lantaran ditembak. Kebanyakan korban Petrus ditemukan meninggal dengan keadaan tangan dan lehernya diikat dan dibuang di kebun, hutan dan lain-lain. Terhitung, ratusan orang yang menjadi korban Petrus, kebanyakan tewas lantaran ditembak. 

16) Pembantaian Massal Komunis/PKI (1965)
Pembantaian ini merupakan insiden pembunuhan dan penyiksaan terhadap orang yang dituduh sebagai anggota komunis di Indonesia yang pada ketika itu Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu partai komunis terbesar di dunia dengan anggotanya yang berjumlah jutaan. Pihak militer mulai melaksanakan operasi dengan menangkap anggota komunis, menyiksa dan membunuh mereka. Sebagian banyak orang beropini bahwa Soeharto diduga berpengaruh menjadi dalang dibalik pembantaian 1965 ini. Dikabarkan sekitar satu juta setengah anggota komunis meninggal dan sebagian menghilang. Ini terang murni terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia.

17) Kasus Bulukumba (2003)
Kasus Bulukumba merupakan masalah yang terjadi pada tahun 2003.Dilatar belakangi oleh PT. London Sumatra (Lonsum) yang melaksanakan ekspansi area perkebunan, namun upaya ini ditolak oleh warga sekitar. Polisi Tembak Warga di Bulukumba. Anggota Brigade Mobil Kepolisian Resor Bulukumba, Sulawesi Selatan, dilaporkan menembak seorang warga Desa Bonto Biraeng, Kecamatan Kajang, Bulukumba, Senin (3 Oktober 2011) sekitar pukul 17.00 Wita. Ansu, warga yang tertembak tersebut, ditembak di serpihan punggung. Warga Kajang semenjak usang menuntut PT London mengembalikan tanah mereka. 

18) Peristiwa Abepura, Papua (2000-2003)
Peristiwa ini terjadi di Abepura, Papua pada tahun 2003. Terjadi akhir penyisiran yang membabi buta terhadap pelaku yang diduga menyerang Mapolsek Abepura. Komnas HAM menyimpulkan bahwa telah terjadi pelanggaran HAM di insiden Abepura. 

19) Peristiwa perbudakan buruh panci 2013
Kampung Bayur Opak RT 03/06, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, terkuak sesudah dua buruh yang bekerja di pabrik itu berhasil melarikan diri. Andi Gunawan (20 tahun) dan Junaidi (22) kabur sesudah tiga bulan dipekerjakan dengan tidak layak. Dalam waktu enam bulan ia bekerja di pabrik milik  Juki Hidayat itu, tidak sepeser pun uang yang diterima para buruh.Setiap hari, para buruh harus bekerja lebih dari 12 jam untuk menciptakan 200 panci. Jika tidak mencapai target, lanjutnya, para pekerja akan disiksa dan dipukul. Para pekerja yang rata-rata berumur 17 hingga 24 tahun ini hanya mempunyai satu baju yang menempel di tubuh,  lantaran menurutnya  baju, ponsel dan uang  yang mereka bawa dari kampung disita oleh sang majikan ketika gres tiba di pabrik tersebut. Para pekerja diiming-imingi menerima honor Rp 600 ribu per bulannya. Kondisi bangunan  di sana sangat memprihatinkan, tidak layak untuk ditiduri. Para pekerja sering diancam oleh mandor-mandor dan bos Juki, akan dipukuli hingga mati, mayatnya pribadi mau dibuang di bahari kalau jikalau macam-macam di sana. 

20) Pembantaian petani di Mesuji 2011
Di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, OKI, Sumsel, pertikaian warga dan perusahaan sawit telah menelan sejumlah korban jiwa. Konflik dipicu dari bermasalahnya kerjasama plasma antara warga desa denagn perusahaan perkebunan sawit.Bermula dari akad warga desa Sungai Sodong, Mesuji dengan pihak perusahaan PT. Treekreasi Margamulya (TM/ Sumber Wangi Alam (SWA), pada awal 1997, untuk pembangunan kebun plasma. Masyarakat mendukung niatan perusahaan itu, lantaran bermanfaat untuk ekonomi mereka.Dari sini kerjasama berjalan lancar tanpa ada masalah. Baru 5 tahun kemudian muncul persoalan. Hal itu bermula dari niatan perusahaan sawit itu yang mengajukan usulan penghapusan plasma.Dipicu tindakan perusahaan ini Korbanpun berjatuhan dari beberapa pihak keamanan maupun warga

21) Kasus Salim Kancil
Peristiwa pada tahun 2015 Berawal mula dari penambangan pasir Pantai Watu Pecak ilegal, pelopor mencoba menghentikan penambangan tersebut namun.Beberapa Gerombolan mengikat tangan Salim dan membawanya ke Balai Desa Selok Awar-Awar yang berjarak 2 km dari rumahnya dengan cara diseret. Selain dipukuli, digergaji lehernya, Salim juga diestrum. Kejadian terjadi kurang lebih setengah jam, hingga menimbulkan kegaduhan yang pada ketika itu sedang berlangsung proses berguru mengajar di sebuah sekolah Paud. Polres Lumajang ketika ini telah mengamankan 22 orang terduga pelaku pengeroyokan.Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, dari 22 terduga pelaku ini 19 diantaranya sudah ditahan. “Dua tersangka lainnya tidak ditahan lantaran masuk kategori di anak-anak yakni 16 tahun


22) Kasus Pembunuhan Munir

Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia  Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang Pernah Terjadi di Indonesia
Foto Munir


Munir Said Thalib merupakan aktifis HAM yang pernah menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Munir lahir di Malang pada 8 Desember 1965. ia meninggal pada 7 September 2004 di dalam pesawat Garuda Indonesia ketika Munir sedang melaksanakan perjalanan menuju Amsterdam, Belanda. Spekulasi mulai bermunculan, banyak isu yang mengabarkan bahwa Munir meninggal di dalam pesawat lantaran serangan jantung, dibunuh, bahkan diracuni. Namun, sebagian orang percaya bahwa Munir meninggal lantaran diracun menggunakan Arsenikum di masakan atau minumannya ketika ia merada di dalam pesawat.







Demikianlah Artikel lengkap yang berjudul Contoh-Contoh Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang Pernah Terjadi di Indonesia.Semoga sanggup bermanfaat bagi Sobat Edukasi Lovers  semuanya.Jika artikel ini bermanfaat sudi kiranya bagi teman semua untuk mengelike dan membagikan artikel ini untuk menjaga kelangsungan blog ini menjadi lebih baik.Jika ada permintaan,pertanyaan,kritik,maupun saran,silahkan berikan komentar teman semua di kolom komentar di bawah ini.
Terima Kasih…
                         Salam Edukasi…

Comments

Popular posts from this blog

Sepuluh (10) Kerajaan-Kerajaan Hindu Buddha Di Indonesia Yang Pernah Ada

Sejarah Kerajaan Kediri (Panjalu) Beserta Penjelasannya Terlengkap

Peta Jalur Masuk Dan Persebaran Hindu Buddha Di Indonesia Beserta Penjelasannya