Pengertian Lahan Kritis Beserta Upaya Untuk Memperbaiki Lahan Kritis Dengan Klarifikasi Lengkap

 Pengertian Lahan Kritis Beserta Upaya Untuk Memperbaiki Lahan Kritis Dengan Penjelasan Lengkap


Pengertian Lahan Kritis Beserta Upaya Untuk Memperbaiki Lahan Kritis Dengan Penjelasan Len Pengertian Lahan Kritis Beserta Upaya Untuk Memperbaiki Lahan Kritis Dengan Penjelasan Lengkap
Lahan Kritis



Selamat Datang di Web Pendidikan edukasinesia.com

Hallo sahabat Edukasi Lovers,senang sekali rasanya pada kesempatan kali ini saya sanggup membagikan artikel untuk menambah pengetahuan dan wawasan sahabat Edukasi Lovers semua.Artikel yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini berjudul Pengertian Lahan Kritis Beserta Upaya Untuk Memperbaiki Lahan Kritis Dengan Penjelasan Lengkap


Berikut Pembahasannya:




1.Pengertian Lahan Kritis

Pengertian Lahan Kritis Beserta Upaya Untuk Memperbaiki Lahan Kritis Dengan Penjelasan Len Pengertian Lahan Kritis Beserta Upaya Untuk Memperbaiki Lahan Kritis Dengan Penjelasan Lengkap
Pengertian Lahan Kritis


Lahan kritis yakni lahan yang tidak produktif untuk kegiatan pertanian dan ekonomi. Meskipun dikelola, produktivitas lahan kritis sangat rendah. Bahkan, sanggup terjadi jumlah produksi yang diterima jauh lebih sedikit daripada biaya pengelolaannya. Lahan ini sanggup bersifat tandus, gundul, dan tidak sanggup dipakai untuk perjuangan pertanian sebab tingkat kesuburannya sangat rendah.Adapun faktor-faktor yang menimbulkan terjadinya lahan kritis, antara lain yakni sebagai berikut.
a.    Genangan air yang terus-menerus menyerupai di tempat pantai yang selalu tertutup rawa-rawa.
b.    Kekeringan, biasanya terjadi di daerah-daerah bayangan hujan.
c.    Erosi tanah atau masswasting yang biasanya terjadi di tempat dataran tinggi, pegunungan, dan tempat miring lainnya.
d.    Pengelolaan lahan yang kurang memerhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan. Lahan kritis sanggup terjadi baik di dataran tinggi, pegunungan, tempat yang miring maupun di dataran rendah.
e.    Masuknya material yang sanggup bertahan usang ke lahan pertanian, contohnya plastik. Plastik sanggup bertahan 200 tahun di dalam tanah sehingga sangat mengganggu kelestarian lahan pertanian.
f.     Pembekuan air, biasanya terjadi  di tempat kutub atau pegunungan yang sangat tinggi.
g.    Pencemaran zat kimia (misalnya pestisida dan limbah pabrik) yang masuk ke lahan pertanian baik melalui pemikiran sungai maupun yang lain sehingga menimbulkan lahan pertanian menjadi kritis. Jenis-jenis pestisida sanggup bertahan beberapa tahun di dalam tanah sehingga sangat mengganggu kesuburan lahan pertanian.

2.Upaya Untuk Memperbaiki Lahan Kritis
Upaya-upaya yang sanggup dilakukan untuk memperbaiki lahan kritis, antara lain yakni sebagai berikut.
a.    Penghilangan unsur-unsur yang sanggup mengganggu kesuburan lahan pertanian, contohnya plastik. Berkaitan dengan hal ini, proses daur ulang atau recycling sangat diharapkan. Proses daur ulang ini juga sanggup menghemat sumber daya alam yang tidak sanggup diperbarui. (nonrenewable).
b.    Penghijauan atau penghijauan kembali (reboisasi) tempat yang gundul. Maksud penghijauan yakni menanami lahan gundul yang belum pernah menjadi hutan, sedangkan reboisasi yakni menanami lahan gundul yang pernah menjadi hutan. Pada prinsipnya, upaya ini yakni menghutankan daerah-daerah yang gundul, terutama di tempat pegunungan.
c.    Pengadaan reklamasi lahan bekas pertambangan. Biasanya tempat ini sangat gersang. Oleh sebab itu, harus dicarikan jenis tumbuhan yang bisa hidup di tempat tersebut, contohnya pohon mindi.
d.    Pencegahan abrasi di lahan yang miring perlu dilakukan, antara lain pembuatan teras0teras, sistem penanaman yang searah dengan garis kontur, atau tumbuhan penyangga.
e.    Pemanfaatan tumbuhan eceng gondok guna menurunkan zat pencemar yang ada pada lahan pertanian. Eceng gondok sanggup menyerap zat pencemar dan sanggup dimanfaatkan untuk makanan ikan. Namun, dalam hal ini kita harus berhati-hati mengelola eceng gondok sebab eceng gondok sangat gampang berkembang sehingga sanggup mengganggu lahan pertanian apabila tidak segera diatasi.
f.     Pemupukan dengan pupuk organik atau alami, yaitu pupuk sangkar dan pupuk hijau secara sempurna dan terus-menerus.
g.    Tindakan yang tegas tetapi bersifat mendidik kepada siapa saja yang melaksanakan kegiatan yang sanggup menimbulkan terjadinya lahan kritis.
h.    Pengembangan tumbuhan yang disebut azola guna menggemburkan tanah sawah.
i.      Pengadaan reklamasi lahan bekas pertambangan.
j.      Pengelolaan wilayah terpadu di wilayah lautan  dan tempat pemikiran sungai (DAS).
k.    Pengembangan perjuangan ke arah aktivitas kali higienis (prokasih).
l.      Pengembangan keanekaragaman hayati dan contoh pergiliran tanaman.

3. Fungsi Teras Untuk Mengatasi Erosi
Kemungkinan lahan memiliki kemiringan yang tidak dikehendaki. Namun, hal ini sanggup diatasi dengan memodifikasi lahan dengan cara menciptakan teras. Selain untuk memperkecil akses air, teras juga memberi kesempatan tanah untuk menyerap air.Pembuatan teras perlu diadaptasi dengan keadaan setempat dan tujuannya. Beberapa macam teras yang sanggup dibuat, antara lain teras pematang, teras datar, teras kredit, dan teras bangku.Berikut klarifikasi lengkapnya.

a.    Teras Pematang atau Guludan (Contour Terrace)
Teras pematang tujuannya untuk mencegah hilangnya tanah tanggapan erosi. Lahan yang cocok jikalau memiliki kemiringan 10-40%. Pada teras ini dibentuk pematang yang sejajar dengan garis kontur. Jarak antara  pematang sekitar 10 m dan di sela-selanya sanggup diberi pematang kecil dengan jarak 1-3 meter. Di sebelah dalam pematang dibentuk akses air. Teras pematang masih memiliki kemiringan sehingga hanya cocok untuk tumbuhan keras.

b.    Teras Datar (Level Terrace)
Teras datar bertujuan menahan dan menyerap air. Jenis lahan yang cocok untuk teras datar yakni yang memiliki permeabilitas cukup besar biar tidak terjadi penggenangan.  Kemiringan lahan kurang dari 3%. Cara menciptakan teras datar sama menyerupai menciptakan guludan (tanggul) dengan sisinya berupa akses air. Tanah yang dipakai untuk menciptakan guludan berasal dari tanah cangkulan akses air tersebut. Agar guludan lebih kuat, sebaiknya di atasnya ditanami rumput. Dalam menciptakan teras ini harus diadaptasi (sejajar) dengan garis kontur.

c.    Teras Kridit (Ridge Terrace)
Teras kridit bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah. Umumnya teras ini dibentuk pada lahan dengan kemiringan 3-10%. Teras kridit dibentuk dengan cara menciptakan guludan yang sejajar dengan garis kontur. Agar guludan lebih stabil, di atasnya ditanami tanaman, contohnya kaliandra atau lamtoro gung, atau sanggup juga guludan dicampur dengan batu. Kestabilan guludan ini penting biar anah yang tererosi sanggup terhalang sehingga makin usang pecahan atas berkurang dan guludan makin luas. Jarak antar guludan yakni 5-12 m.

d.    Teras Bangku (Bench Terrace)
Pembuatan teras dingklik bertujuan mencegah hilangnya lapisan tanah pecahan atas tanggapan erosi. Teras ini cocok dibentuk pada lahan dengan kemiringan antara 10-30%. Disebut teras dingklik sebab bentuknya menyerupai formasi bangku. Pembuatannya dengan cara memotong lahan sampai didapat lahan yang datar atau dengan kemiringan (mengarah ke dalam) kurang dari 3%. Kemudian, pecahan dalam yang menghubungkan teras satu dengan yang lain merupakan bidang tegak dengan kemiringan 1:2 (sisi datar : sisi tegak). Untuk menstabilkan tepi teras dibentuk pematang dengan lebar 20 cm dan tinggi 30 cm. Pada pematang ini sanggup ditanami Kaliandra atau Lamtoro Gung. Bagian dalam teras dibentuk akses air dengan lebar 15 cm dan sedalam 25 cm.


Demikianlah Artikel lengkap yang berjudul Pengertian Lahan Kritis Beserta Upaya Untuk Memperbaiki Lahan Kritis Dengan Penjelasan Lengkap.Semoga sanggup bermanfaat bagi Sobat Edukasi Lovers  semuanya.Jika artikel ini bermanfaat sudi kiranya bagi sahabat semua untuk mengelike dan membagikan artikel ini untuk menjaga kelangsungan blog ini menjadi lebih baik.Jika ada permintaan,pertanyaan,kritik,maupun saran,silahkan berikan komentar sahabat semua di kolom komentar di bawah ini.
Terima Kasih…
          Salam Edukasi…

Comments

Popular posts from this blog

Sepuluh (10) Kerajaan-Kerajaan Hindu Buddha Di Indonesia Yang Pernah Ada

Sejarah Kerajaan Kediri (Panjalu) Beserta Penjelasannya Terlengkap

Peta Jalur Masuk Dan Persebaran Hindu Buddha Di Indonesia Beserta Penjelasannya