Pengertian Sungai, Manfaat, Keuntungan, Kerugian, Macam-Macam Sungai, Rujukan Aliran, Proses Terjadinya Sungai, Proses Perubahan Lembah, Meander Dan Dataran Serta Kawasan Pemikiran Sungai (Das)
Pengertian Sungai, Manfaat, Keuntungan, Kerugian, Macam-Macam Sungai, Pola Aliran, Proses Terjadinya Sungai, Proses Perubahan Lembah, Meander dan Dataran serta Daerah Aliran Sungai (DAS)
Selamat Datang di Web Pendidikan edukasinesia.com
Hallo sahabat Edukasi Lovers,senang sekali rasanya pada kesempatan kali ini saya sanggup membagikan artikel untuk menambah pengetahuan dan wawasan sahabat Edukasi Lovers semua.Artikel yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini berjudul Pengertian Sungai, Manfaat, Keuntungan, Kerugian, Macam-Macam Sungai, Pola Aliran, Proses Terjadinya Sungai, Proses Perubahan Lembah, Meander dan Dataran serta Daerah Aliran Sungai (DAS)
Berikut Pembahasannya:
Apa itu Sungai? Sungai yaitu pedoman air tawar dari sumber alamiah di daratan yang menuju dan bermuara ke danau, laut, samudra, atau sungai yang lebih besar lagi. Arus air di cuilan hulu (umumnya terletak di tempat pegunungan) sangat deras, sedangkan bersahabat muara arusnya tenang. Air sungai mengalir disertai dengan pengikisan dan pengendapan di sepanjang alur sungai. Hasil pengikisan sungai berupa batu-batu besar dan kecil yang diangkut arus sungai menuju ke hilir. Ketika alirannya menjadi lambat, batu-batuan itu di endapkan. Mula-mula kerikil yang besar dan berat, kemudian yang kecil. Bahan yang halus menyerupai pasir dan lumpur diendapkan di tempat muara. Endapan sanggup membentuk suatu ambang di muara sehingga air tidak sanggup mengalir dengan cepat.Pada waktu pasang, permukaan air maritim naik dan sanggup menimbulkan banjir. Umumnya pelabuhan-pelabuhan di Indonesia terletak di tempat muara sungai. Lumpur yang diendapkan oleh air secara perlahan-lahan sanggup menutup pelabuhan sehingga terjadi pendangkalan. Untuk mencegah pendangkalan, pelabuhan-pelabuhan harus dikeruk pada waktu-waktu tertentu secara rutin. Adapun perbedaan sungai dengan massa air yang lain, antara lain yakni sebagai berikut.
1) Kebanyakan mengalir di permukaan bumi ke tempat yang lebih rendah dan sering terjadi di bawah permukaan tanah.
2) Mengalirnya tidak tetap, adakala deras, lambat, dan di beberapa tempat membentuk olak;
3) Mengangkut beban dari mulai lumpur yang halus, pasir, kerikil hingga batu-batu guling;
4) Mengalir mengikuti jalan masuk tertentu yang di kanan-kirinya dibatasi oleh suatu tebing yang biasanya curam.
2.Manfaat Sungai, Keuntungan, dan Kerugiannya
Sungai memperlihatkan manfaat bagi makhluk hidup terutama manusia.Adapun laba atau manfaat sungai antara lain sebagai berikut.
1) Sumber air bagi pengairan wilayah pertanian menyerupai sawah (irigasi) dan perjuangan perikanan darat.
2) Sumber tenaga untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA)
3) Tempat rekreasi, contohnya melihat keindahan teladas dan bendungan.
4) Tempat memenuhi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari bagi penduduk yang tinggal di tepi sungai, menyerupai mencuci, mandi, dan membersihkan perabot rumah tangga.
5) Tempat berolahraga, menyerupai ski air, berperahu, dan lomba dayung
6) Tempat untuk mengembangbiakkan dan menangkap ikan guna memenuhi kebutuhan insan akan protein hewani.
Selain bermanfaat, sungai juga sanggup mendatangkan kerugian bagi kehidupan insan yang tinggal di sekitar pedoman sungai.Kerugian-kerugian itu, antara lain yakni sebagai berikut.
1) Sungai sanggup menimbulkan banjir dan mendatangkan kerugian yang cukup besar bagi manusia.
2) Sungai merupakan media persebaran bibit penyakit, menyerupai kolera dan disentri.
3) Sungai menimbulkan polusi air, terutama sungai yang mengalir lambat di kota-kota yang penuh dengan sampah
4) Sungai sanggup mengganggu wilayah pertanian di tempat pedoman tengah dan hilir pada sungai-sungai yang bermeander.
3.Macam-Macam Sungai
Macam-macam sungai dibedakan menurut asal airnya, letak alirannya, dan posisi pedoman airnya.
1) Sungai Berdasarkan Asal Airnya
Berdasarkan asal airnya, sungai dibedakan menjadi sungai yang bersumber dari mata air, air hujan, pencairan es/salju, dan majemuk sumber air.
a) Sungai yang bersumber dari mata air biasanya terdapat di tempat yang memiliki curah hujan sepanjang tahun dan alirannya tertutup vegetasi.
b) Sungai yang bersumber dari air hujan semata terdapat di tempat dengan curah hujan musiman dan bervegetasi jarang hingga tak bervegetasi.
c) Sungai yang bersumber dari pencairan es atau salju terdapat di tempat lintang tinggi dan di tempat pegunungan yang mencapai batas salju.
d) Sungai yang bersumber dari majemuk sumber air banyak terdapat di permukaan bumi.Airnya bersumber dari mata air atau dari pencairan es, kemudian ditambah dari air hujan yang turun sepanjang tahun ataupun musiman.
2) Sungai Berdasarkan Letak Alirannya
Berdasarkan letak alirannya, sungai dibedakan atas tiga macam sebagai berikut.
a) Sungai yang seluruhnya mengalir di permukaan.
b) Sungai yang seluruhnya mengalir di bawah permukaan tanah, dinamakan sungai bawah tanah. Biasanya sungai ini terdapat di tempat kapur (karst).
c) Sungai yang sebagian alirannya di permukaan dan sebagian lagi di bawah permukaan tanah.
3) Sungai Berdasarkan Posisi Aliran Airnya
Berdasarkan posisi pedoman airnya, sungai dibedakan sebagai berikut.
a) Sungai konsekuen longitudinal yaitu sungai yang arah pedoman airnya sejajar dengan arah antiklinal.
b) Sungai konsekuen lateral yaitu sungai yang arah pedoman airnya menuju ke sungai yang mempunyai kemiringan lereng.
c) Sungai subsekuen yaitu sungai yang arah pedoman airnya menuju ke sungai konsekuen lateral.
d) Sungai resekuen yaitu sungai yang arah pedoman airnya sejajar dengan sungai konsekuen lateral dan menuju ke sungai subsekuen.
e) Sungai obsekuen yaitu sungai yang menuju ke sungai subsekuen dan arah aliran airnya berlawanan dengan sungai konsekuen lateral.
f) Sungai anteseden yaitu sungai yang kekuatan erosi ke dalamnya bisa mengimbangi pengangkatan daerah.
g) Sungai reverse adalah sungai yang kekuatan erosi ke dalamnya tidak bisa mengimbangi pengangkatan daerah. Oleh lantaran itu, arah pedoman sungai ini berbelok menuju ke tempat lain yang lebih rendah.
h) Sungai insekuen yaitu sungai yang arah pedoman airnya tidak mengikuti perlapisan batuan sehingga arahnya tidak menentu.
i) Sungai superimposed ialah sungai yang mengalir pada lapisan sedimen yang datar dan menutupi lapisan batuan di bawahnya.
j) Sungai anaclinal yaitu sungai yang mengalir di suatu tempat yang terangkat yang arahnya berlawanan dengan arah pedoman sungai.
k) Sungai komposit yaitu sungai yang asal airnya dari tempat yang struktur geologinya bermacam-macam.
l) Sungai Kompoun yaitu sungai yang asal airnya dari tempat yang struktur morfologinya bermacam-macam.
Ada beberapa contoh pedoman sungai, antara lain yakni sebagai berikut.
a. Pola Dendritik, yaitu contoh pedoman sungai yang belum dewasa sungainya bermuara pada sungai induk secara tidak teratur. Tempat pertemuan belum dewasa sungai dengan sungai induk ada yang berbentuk sudut lancip dan sudut tumpul. Pola pedoman ini terdapat di tempat yang batuannya homogen dan lerengnya tidak begitu terjal.
b. Pola Trellis, yaitu suatu contoh pedoman sungai yang sungai-sungai induknya hampir sejajar dan belum dewasa sungainya juga hampir sejajar.Anak-anak sungai ini hampir membentuk sudut 90° dengan sungai induknya.
c. Pola Rectangular, yaitu suatu contoh pedoman sungai yang terdapat di tempat yang terstruktur patahan.Aliran air pada contoh membentuk sudut siku-siku.
d. Pola Radial Sentrifugal, yaitu suatu contoh pedoman sungai yang arahnya menyebar. Pola pedoman ini terdapat di kerucut gunung berapi atau dome yang berstadium muda. Pola pedoman ini umumnya menuruni lereng-lereng pegunungan.
e. Pola Radial Sentripetal, yaitu contoh aliran sungai yang arah alirannya menuju ke pusat.Pola pedoman ini terdapat di daerah-daerah cekungan.
f. Pola Paralel yaitu suatu contoh pedoman sungai yang arah alirannya hampir sejajar antara sungai yang satu dan yang lain.Tempat pertemuan belum dewasa sungai dan sungai induknya berbentuk sudut lancip.Pola pedoman ini terdapat di tempat perbukitan dengan lereng yang terjal.
5.Proses Terjadinya Sungai
Air yang berada di permukaan daratan berasal dari air hujan, mata air, maupun cairan gletser yang mengalir melalui sebuah jalan masuk menuju tempat yang lebih rendah. Mula-mula jalan masuk yang dilalui ini berukuran relatif sempit dan pendek. Namun, secara alamiah pedoman ini mengikis daerah-daerah yang dilaluinya.Akibatnya, jalan masuk ini makin usang makin lebar dan panjang sehingga terjadilah sungai. Material batuan yang telah terkikis diangkut dan diendapkan ke pedoman berikutnya.Banyak sedikitnya material batuan yang terkikis dan terangkut dipengaruhi oleh kekuatan pedoman sungai, kekuatan batuan yang dilaluinya, dan vegetasi yang ada di sekitar sungai.Kekuatan pedoman sungai ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain oleh besar kecilnya pedoman air sungai dan kemiringan lereng. Keadaan batuan yang kompak dan besar lengan berkuasa sulit terkikis.Aliran air sungai ada yang hingga ke laut, danau, atau ke sungai yang lebih besar (sungai induk).Aliran air sungai ada yang tidak mencapai salah satu dari tiga tempat itu, tetapi hingga ke tempat lain, contohnya pedoman sungai yang menuju tempat kering. Di tempat ini air sungai tersebut akan meresap ke tanah atau menjadi sungai mati.
6.Proses Perubahan Lembah Sungai
Proses perubahan lembah sungai mencakup pendalaman, pelebaran, dan pemanjangan lembah sungai.Berikut penjelasannya.
a. Pendalaman Lembah Sungai
Lembah sungai tidak tetap, tetapi mengalami perubahan sebagai akhir adanya proses pengambilan bahan-bahan lepas, pengangkutan, pengikisan, dan pengendapan yang dilakukan oleh air sungai.Perubahan itu bisa terjadi ke arah panjangnya atau ke arah lebarnya. Perubahan ke arah panjangnya dikarenakan erosi mudik, penurunan muka laut, dan pembuatan kelokan-kelokan. Perubahan ke arah lebarnya bisa terjadi akhir erosi lateral (mendatar), longsoran pada tepi-tepi lembah, dan pembentukan parit-parit kecil oleh air yang mengalir ke lembah itu.Selain itu, perubahan ke arah bawah (pendalaman lembah) juga bisa terjadi . Proses yang menyebabkan pendalaman lembah sungai ialah erosi vertikal yang terdiri atas erosi oleh kekuatan air yang mengalir (hydraulic action), korasi atau abrasi, dan korosi pada dasar lembah. Korasi atau pengikisan yaitu pengikisan yang dilakukan oleh suatu zar pengangkut bahu-membahu dengan zat-zat yang diangkutnya. Sedangkan korosi yaitu proses pelarutan. Ketiga proses tersebut sanggup terjadi bersama-sama.
b. Pelebaran Lembah Sungai
Pada tempat datar, proses erosi yang bekerja lebih banyak yaitu erosi menyamping (lateral). Hal ini disebabkan lambatnya kecepatan arus yang mengalir. Erosi lateral bersifat melebarkan jalan masuk dan lembah sungai.Selain itu, terjadi proses agradasi atau penambahan endapan yang berasal dari materi longsoran (mass wasting) dari tempat lereng-lereng di atasnya. Adanya proses ini mempercepat terjadinya pelebaran lembah sungai.
c. Pemanjangan Lembah Sungai
Pemanjangan lembah sungai sanggup terjadi lantaran penurunan permukaan maritim sehingga daratan bertambah maju.Perkembangan suatu lembah sungai memperlihatkan umurnya. Umur disini merupakan umur relatif menurut ketampakan bentuk lembah tersebut yang terjadi dalam beberapa tingkat (stadium). Pada stadium awal, gradien sungai masih besar sehingga daya kikis vertikalnya besar.Pada stadium ini daratan orisinil gres saja terbentuk. Ini sanggup terjadi akhir pengangkatan dasar maritim ke atas permukaan atau erosi (peletusan) gunung-gunung berapi yang menghasilkan sedimentasi yang begitu banyak sehingga terbentuk permukaan daratan yang baru. Di beberapa tempat terdapat permulaan sungai dengan lembah yang kecil-kecil. Jadi, pada stadium ini tempat di sekitarnya masih merupakan bentuk antara pedoman dan erosi gres saja dimulai.
7.Meander dan Dataran Sungai
Aliran air sungai selalu melaksanakan acara sebagai berikut.
a) Mengikis dinding-dinding jalan masuk sungai (erosi)
b) Mengangkut material batuan hasil kikisan tersebut
c) Mengendapkan material-material batuan yang lapuk dan telah diangkut di beberapa tempat sehingga terjadi penimbunan material.
Proses sedimentasi ini menghasilkan banyak sekali bentukan yang terletak di tengah lembah, di cuilan dalam kelokan atau meander, dan di muara sungai.Apabila lautnya dangkal dan arusnya tidak terlalu besar lengan berkuasa pengendapan di muara sungai akan membentuk delta.Bagian sungai yang terpotong dan berbentuk bulan sabit merupakan sungai mati atau danau yang melengkung (oxbow lake).Dalam perkembangan selanjutnya biasanya tampak persawahan.Daerah yang sering tergenang air pada waktu banjir dan berupa dataran saat air surut disebut dataran banjir atau flood plain.
8.Daerah Aliran Sungai (DAS)
Sebuah sungai dengan belum dewasa sungainya mengalir pada suatu tempat aliran.Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu keseluruhan tempat yang berpelepasan ke sungai yang bersangkutan beserta belum dewasa sungainya.Contoh DAS yang ada di Indonesia, antara lain DAS Kapuas, DAS Serayu, dan DAS Cimanuk.Suatu tempat pedoman sungai dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tempat pedoman hulu, tempat alur tengah, dan tempat pedoman hilir.
a. Daerah Aliran Hulu
Daerah pedoman hulu suatu sungai dicirikan oleh erosi vertikal yang berperanan penting.Penampang melintang lembahnya berbentuk aksara V yang cembung. Ciri yang lain yaitu wilayahnya bergunung-gunung dan banyak air terjun. Dasar lembah terisi oleh batu-batu berbongkah besar yang pedoman airnya deras.
b. Daerah Aliran Tengah
Daerah pedoman tengah dicirikan oleh erosi vertikal yang kekuatan erosinya sama menyerupai erosi lateral.Lembahnya berbentuk V yang lurus atau cekung dan di kiri kanannya sering terdapat dataran yang agak lebar.Daerah ini pedoman airnya tidak terlalu deras dan tidak terdapat air terjun.Pada dasar lembah terisi oleh batu-batu guling yang tidak begitu besar dan secara keseluruhannya wilayahnya miring.
c. Daerah Aliran Hilir
Derah pedoman hilir suatu sungai dicirikan oleh erosi lateral yang memegang peranan penting sehingga lembah sangat lebar dan pedoman airnya lambat.Daerah pedoman biasanya berkelok-kelok dan dasar lembahnya berisi batu-batu kecil, menyerupai kerikil, pasir, dan lumpur.Keseluruhan wilayahnya miring dan sangat landai.
Di antara ketiga macam tempat pedoman sungai di atas terdapat tempat peralihan sehingga perubahan antara ketiganya tidak terlalu nyata.
Demikianlah Artikel lengkap yang berjudul Pengertian Sungai, Manfaat, Keuntungan, Kerugian, Macam-Macam Sungai, Pola Aliran, Proses Terjadinya Sungai, Proses Perubahan Lembah, Meander dan Dataran serta Daerah Aliran Sungai (DAS).Semoga sanggup bermanfaat bagi Sobat Edukasi Lovers semuanya.Jika artikel ini bermanfaat sudi kiranya bagi sahabat semua untuk mengelike dan membagikan artikel ini untuk menjaga kelangsungan blog ini menjadi lebih baik.Jika ada permintaan,pertanyaan,kritik,maupun saran,silahkan berikan komentar sahabat semua di kolom komentar di bawah ini.
Terima Kasih…
Salam Edukasi…



Comments
Post a Comment