Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam Di Indonesia Yang Pernah Ada

Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada

 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada



Selamat Datang di Blog edukasinesia.com

Hallo sahabat Edukasi Lovers,senang sekali rasanya pada kesempatan kali ini saya sanggup membagikan artikel untuk menambah pengetahuan dan wawasan sahabat Edukasi Lovers semua.Artikel yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini berjudul Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada

Berikut Pembahasannya


1.Kerajaan Samudra Pasai


 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada

            Kerajaan Samudra Pasai


            Kerajaan Samudra Pasai yakni kerajaan Islam yang pertama kali berdiri di Indonesia, yang didirikan oleh Sultan Malik al Saleh, Kerajaan ini terletak di Aceh Utara.
Sumber-sumber sejarah Kerajaan Samudra Pasai yakni sebagai berikut.
1)    Nisan Sultan Malik al Saleh yang berangka tahun 635 H atau 1297 M.
2)    Catatan Marcopolo yang melihat masyarakat Perlak menganut Islam dan pedagang India mengembangkan Islam di wilayah Perlak.
3)    Catatan Ibnu Batutah dari Maroko, mencatat bahwa Samudra Pasai merupakan kerajaan dagang yang maju, komoditasnya yakni lada.Samudra Pasai merupakan tempat pengumpulan rempah-rempah, penjualan emas dan barang lainnya.
4)    Catatan Dinasti Yuan menyebutkan raja Samudra Pasai mengirim utusan ke Quilon, India Barat.Di samping itu mengirim utusan ke Cina hingga tahun 1430.
5)    Catatan Tome Pires dalam bukunya Sumaoriental menyebutkan adanya perdagangan di Samudra Pasai serta komoditas ekspor kerajaan.

Raja yang memerintah Samudra Pasai antara lain berikut.
1)    Sultan Malik al Saleh (1285 – 1297 M)
Sultan Malik al Saleh mengadakan perluasan ke kawasan yang dulu menjadi bawahan Sriwijaya kemudian mengislamkannya.Sultan Malik al Saleh berhasil menyusun pemerintahan dan angkatan perang yang rapi.Hal ini menciptakan Samudra Pasai menjadi kerajaan maritim yang kuat.

2)    Sultan Malik al Zhahir
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Samudra Pasai terpecah.Adiknya Sultan Abdullah memisahkan diri mendirikan kerajaan di wilayah Aru dengan gelar Sultan Malikul Mansur.Bersamaan dengan melemahnya Samudra Pasai akhir perkembangan Malaka, Kerajaan Samudra Pasai sanggup direbut oleh Sultan Mughayat Syah dari Aceh.Sejak itu berakhirlah Kerajaan Samudra Pasai.Kehidupan masyarakat diatur berdasarkan hukum  Islam sehingga dikenal dengan julukan Serambi Mekah.

3)    Mahmud Malik Al-Zahir
4)    Manshur Malik Al-Zahir
5)    Ahmad Malik Al-Zahir
6)    Zain Al-Abidin Malik AL-Zahir
7)    Nahrasiyah
8)    Abu Zaid Malik Al-Zahir
9)    Zain Al-Abidin
10) Abdullah Malik Al-Zahir

2.Kerajaan Aceh


 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Kerajaan Aceh



            Kerajaan ini didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah sehabis berhasil melepaskan diri dari Pedir.Sumber sejarah Kerajaan Aceh yakni kitab Bustanus Salatin yang ditulis oleh Nurudin ar Raniri, berisi perihal sejarah Kerajaan Aceh.Berikut yakni raja-raja yang memerintah Kerajaan Aceh.
1)    Sultan al Mughayat Syah (1514 – 1528)
Selama pemerintahannya Aceh berhasil merebut dominasi perdagangan di Indonesia penggalan barat.Aceh makin makmur dengan berhasil dikuasainya Pidie, yang kaya akan lada putih.
2)    Sultan Salahudin (1528 – 1537)
Selama pemerintahannya Aceh mengalami kemunduran lantaran kurang memerhatikan nasib rakyat dan kerajaannya.
3)    Sultan Alaudin Riayat Syah al Kahar (1537 – 1571)
Pada masa pemerintahannya Aceh sanggup berdiri kembali, bahkan sanggup memperluas daerahnya hingga Tapanuli, sebagian Sumatra Barat, dan sebagian pantai Timur Sumatra di tepi Selat Malaka.Di samping itu juga berusaha memenangkan persaingan dengan Portugis dengan cara membangun angkatan bahari yang berpengaruh dan membina hubungan diplomatik dengan Turki Utsman.
4)    Sultan Iskandari Muda
Pada masa pemerintahannya, Aceh mengalami puncak kejayann dan wilayah kekuasannya hingga di Deli, Johor, Pahang, Kedah, dan Perak.Dalam perluasan wilayah tersebut juga dilakukan penyebaran agama Islam di kawasan yang ditaklukan.Untuk memperkuat kedudukan Aceh sebagian sentra perdagangan, dia melaksanakan usaha-usaha sebagai berikut.
a)    Merebut sejumlah pelabuhan penting di pesisir barat dan timur Sumatra.
b)    Menyerang kedudukan Portugis di Malaka.

Sistem pemerintahan yang dipakai yakni aturan sipil yang didasarkan pada aturan Islam.Demikian pula dalam mengatur masyarakat, dipakai aturan moral Makuta Alam.Pada masa ia berkuasa, hidup dua orang hebat tasawuf yaitu Hamzah Fansuari dan Syamsudin as Samatrani.Peninggalan yang populer yaitu Masjid Baiturrahman di Aceh.
5)    Sultan Iskandar Thani (1636 - 1641)
Dalam pemerintahannya, lebih banyak mementingkan urusan dalam negeri dari pada banyak melaksanakan politik perluasan sehingga hidup dalam kedamaian.Namun, berakibat pada banyaknya kawasan vassal yang ingin melepaskan diri.Pada masa itu pula, hidup spesialis tasawuf yang populer yaitu Nurudin ar Raniri.Akibat lebih mementingkan urusan dalam negeri, banyak kawasan vassal (daerah taklukan) yang mulai melepaskan diri.Makin usang pamor Aceh makin menurun.Setelah Iskandar Thani meninggal, ia digantikan oleh Putrri Sri Alam Armaisuri (putri Iskandar Muda).Pada masa pemerintahannya Aceh mengalami kemunduran.Kerajaan Aceh terus berlanjut hingga Abad XX M. Aceh benar-benar berada di bawah kekuasaan Belanda pada tahun 1912 dengan adanya Traktat Sumatra yang memberi kebebasan kepada Belanda untuk memperluas wilayah kekuasaannya di Sumatra termasuk Aceh.Kehidupan bersifat feodalisme.Ada dua golongan masyarakat yaitu golongan Tengku dan goolongan Teuku.Tengku yakni kaum agama yang memegang peranan penting dalam bidang keagamaan.Golongan Teuku yakni kaum ningrat yang memegang peranan penting dalam pemerintahan.Kehidupan ekonomi Aceh didukung oleh sektor perdagangan.Aceh menjadi sentra perdagangan lada yang mencakup pantai timur dan barat Sumatra yang memungkinkan Aceh sanggup melaksanakan aktivitas eskpor impor.

3.Kerajaan Demak


 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Kerajaan Demak


            Kerajaan Demak merupakan kerajaan pertama di Jawa yang didirikan oleh Raden Patah pada tahun 1500.Berdirinya Kerajaan Demak tidak lepas dari peranan para wali yang membantu Raden Patah dan didukung oleh kondisi Majapahit yang mulai mengalami kemunduran.Sumber sejarah Kerajaan Demak sanggup diketahui dari Babad Tanah Jawi, Babad Demak, Serat Kondo, dan Catatan Tome Pires.
Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Demak.
1)    Raden Patah
Raden Patah bergelar Sultan Alam Akbar.Di  bawah pemerintahannya Kerajaan Demak berhasil menguasai beberapa pelabuhan penting ibarat Jepara, Tuban, Gresik, Jiran, dan Sedayu.Sebagai negara maritim, Kerajaan Demak berhasil menjadi kawasan penghubung perdagangan dar Indonesia penggalan barat dan timur.Sejak Portugis menguasai Malaka, perdagangan Demak dan Malaka menjadi terputus.Oleh lantaran itu, di bawah pimpinan Pati Unus, pada tahun 1513 Demak mengadakan penyerangan ke Malaka dengan tujuan merebut Malaka dari Portugis, tetapi mengalami kegagalan.

2)    Pati Unus (1518 – 1521)
Pati Unus menerima julukan Pangeran Sabrang Lor, lantaran jasanya memimpin armada dalam penyerangan Portugis di Malaka.Sepeninggal Pati Unus terjadi kudeta antara adiknya yaitu Pangeran Sekar dan Pangeran Trenggono.Namun persaingan tersebut sanggup dimenangkan oleh Pangeran Trenggono yang kelak menjadi Raja Demak menggantikan Adipati Unus, dengan gelar Sultan Trenggono.

3)    Sultan Trenggono
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Demak mengalami kejayaan.Hampir seluruh Pulau Jawa sanggup dikuasai Kerajaan Demak.Pada tahun 1527 Demak mengadakan penyerangan ke Jawa Barat di bawah pimpinan Fatahilah/Faletehan dengan tujuan untuk menggagalkan terjadinya kolaborasi antara Kerajaan Pajajaran dengan Portugis.Dengan kemenangan di Jawa Barat, Fatahilah mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta pada tanggal 22 Juni 1527.Pada tahun 1546 Sultan Trenggono wafat dalam pertempuran merebut kawasan Pasuruan.

4)    Arya Penangsang (1546 – 1558)
Sepeninggal Sultan Trenggono, Kerajaan Demak mengalami kemunduran.Hal tersebut disebabkan oleh terjadinya kudeta antara Arya Penangsang dengan Sunan Prawoto, yang kesannya dimenangkan oleh Arya Penangsang.Namun Arya Penangsang kesannya sanggup ditumpas oleh Jaka Tingkir (Sultan Hadiwijaya).Kerajaan Demak merupakan kerajaan yang bermetamorfosis kerajaan agraris maritim, lantaran letaknya yang strategis untuk jalur pelayaran dan sebagai kawasan penghasil beras dalam jumlah yang cukup besar.Sebagai negara maritim, Demak menjadi kawasan perdagangan yang ramai.

4.Kerajaan Pajang

 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Kerajaan Pajang


            Kerajaan ini didirikan oleh Jaka Tingkir pada tahun 1568 – 1582 sehabis berhasil mengalahkan Arya Penangsang dan memindahkan sentra pemerintahan Demak ke Pajang.Kemudian ia bergelar Sultan Hadiwijaya.Sepeninggal Sultan Hadiwijaya terjadi kudeta antara Pangeran Banowo yang menerima pertolongan Sutawijaya.Namun, lantaran Pangeran Banowo tidak sanggup memimpin Kerajaan Pajang, maka tahta Kerajaan diserahkan kepada Sutawijaya.

5.Kerajaan Mataram Islam

 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Kerajaan Mataram Islam


            Kerajaan Mataram Islam ini didirikan oleh Sutawijaya pada tahun 1586 sehabis memindahkan pemerintahan Kerjaaan Pajang.Letak Kerajaan Mataram ada di kawasan Jawa Tengah penggalan selatan dengan sentra di Kotagede.Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram.
1)    Sutawijaya (1586 – 1601)
Sutawijaya merupakan raja pertama Mataram sekaligus pendiri Mataram, bergelar Panembahan Senopati.Pada masa pemerintahannya banyak pemberontakan di aneka macam kawasan lantaran tidak mau mengikuti Panembahan Senopati sebagai raja.Namun satu per satu pemberontakan sanggup diatasi.

2)    Mas Jolang (1601 – 1613)
Mas Jolang menjadi raja dengan gelar Sultan Anyokrowati.Ia berusaha pula memperluas kekuasaan dengan tujuan memperkuat ekonomi maupun politik Mataram.Pada tahun 1613 Mas Jolang wafat di Desa Krapyak sewaktu berusaha menundukkan kawasan Surabaya.Oleh lantaran itu ia dikenal dengan Panembahan Seda Krapyak.

3)    Raden Mas Rangsang
Raden Mas Rangsang menjadi raja dengan gelar Sultan Agung Hanyokrokusumo.Ia bersifat sangat anti VOC dan sangat menentang masuknya kekuasaan VOC di Jawa dan Mataram khususnya.Pada masa pemerintahannya Mataram mengalami kejayaan.Berikut usaha-usaha yang dilakukan Sultan Agung Hanyokrokusumo selama memerintah Mataram.

a)    Bidang Politik
·         Membagi Mataram menjadi beberapa wilayah, yaitu sebagai berikut.
-       Keraton sebagai pusatnya (Kutanegara/Kutagara).
-       Wilayah sekitar keraton ibarat Kedu, Bugelen, dan Pajang.
-       Agung ada dua wilayah yaitu wilayah Pantai dan wilayah luar Mataram

·         Menyatukan kekuasaan daerah-daerah Islam sehingga daerahnya mencakup hampir seluruh Pulau Jawa.
·         Mengadakan penyerangan terhadap VOC di Batavia tahun 1628 dan 1629, namun mengalami kegagalan lantaran jarak antara Mataram dan Batavia sangat jauh, kekurangan dukungan logistik, kalah dalam persenjataan, banyak prajurit Mataram yang mati terjangkit, koordinasi yang kurang kompak, akhir pengkhianatan seorang warganya.

b)    Bidang Ekonomi, berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan meningkatkan produksi beras.Bahkan Mataram menjadi salah satu negara penghasil beras yang terbesar sehingga tumbuh menjadi negara agraris.
c)    Bidang Budaya, keadaan yang mengalami perkembangan pesat.Lahir kebudayaan kejawen yang merupakan akulturasi dan asimilasi antar kebudayaan Jawa dan Islam ibarat Grebeg Syawal, Grebeg Mulud, Sultan Agung juga berhasil menyusun tarikh Jawa, disamping kitab sastra ibarat Sastra Gending, Niti Sastra, dan Astabrata.

4)    Sunan Amangkurat (1645 – 1677)
Selama masa pemerintahannya, kekuasaan VOC mulai masuk ke Mataram.Hal ini terjadi Sunan Amangkurat cenderung bekerja sama dengan VOC, lantaran VOC diktatorial maka timbul pemberontakan Trunojoyo.

5)    Sunan Amangkurat II
Wilayah kekuasaan Mataram makin sempit lantaran banyak wilayah Mataram yang diambil alih oleh VOC.Hal ini mengakibatkan Sunan Amangkurat II harus mendirikan kota gres untuk Mataram yaitu kawasan Wonokerto (Kartasura).Untuk memperkuat kedudukannya di Mataram, VOC mengadakan politik mencerai-beraikan di antara pangeran di kalangan kerajaan.Pada tahun 1755 Belanda mengadakan Perjanjian Giyanti yang isinya membagi Mataram menjadi dua wilayah.Berikut isi Perjanjian Giyanti.
a)    Mataram Barat yang dikenal dengan Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat diperintah oleh Pangeran Mangkubumi dengan gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I.
b)    Mataram Timur yang dikenal dengan nama Kasunanan Surakarta diperintah oleh Sri Susuhanan.

Pada tahun 1757 diadakan Perjanjian Salatiga yang isinya Kasunanan dipecah lagi menjadi Kasunanan Surakarta dan Kadipaten Mangkunegara.Kemudian tahun 1813 Kasultanan Yogyakarta dipecah lagi menjadi Kasultanan Yogyakarta dan Kadipaten Paku Alam.
Kehidupan ekonomi masyarakat Mataram mengandalkan sektor pertanian, namun daerah-daerah pesisir pantai mata pencahariannya perdagangan dan pelayaran.Kehidupan sosial masyarakat bersifat feudal dan banyak tuan tanah.

6.Kerajaan Banten

 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Kerajaan Banten


            Berdirinya Kerajaan Banten berawal dari adanya perluasan Demak ke Barat.Menghadapi perluasan Demak yang terus meluas.Kerajaan Pajajaran mengadakan perjanjian kolaborasi dengan Portugis.Untuk itu di bawah pimpinan Fatahilah, Demak mengadakan penyerbuan ke Pajajaran.Setelah berhasil, Fatahilah mendirikan Kerajaan Banten.Namun oleh Fatahilah kekuasaan Kerajaan Banten diserahkan kepada anaknya yaitu Sultan Hasanudin, sedang dia ke Cirebon.
Berikut raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Banten.
1)    Sultan Hasanudin (1552 – 1570)
Di bawah pemerintahannya, Banten mengalami  kemajuan yang pesat dan daerahnya mencakup Sunda Kelapa, Bengkulu, dan Lampung.

2)    Maulana Yusuf (1570 – 1580)
Pada masa pemerintahannya, Banten berhasil menaklukan Pajajaran dan mengislamkan seluruh penduduknya, sehingga runtuhlah Kerajaan Hindu di Jawa Barat.

3)    Maulana Muhammad bergelar Kanjeng Ratu Banten (1580 – 1586)
Pada tahun 1586, ia memimpin serangan dan menakhlukan Palembang dengan tujuan menduduki bandar-bandar perdagangan yang terletak bersahabat selat Malaka.Namun mengalami kegagalan bahkan dia wafat dalam pertempuran.

4)    Abdul Muzakir (1586 – 1640)
Pada ketika pemerintahannya datanglah orang Belanda untuk pertama kalinya di bawah pimpinan Cornelis de Houtman.Tujuan utamanya untuk  membeli rempah-rempah.

5)    Sultan Ageng Tritayasa (1651 – 1692)
Di bawah pemerintahannya, Banten mengalami kejayaan.Ia berhasil membangun kembali perdagangan dan berusaha mengadakan perlawanan terhadap Belanda.Pada tahun 1676 ia mengangkat putranya yang berjulukan Sultan Haji menjadi raja pembantu.Sultan Haji cenderung bekerja sama dengan Belanda.Oleh lantaran itu, Sultan Ageng Tritayasa berusaha menarik kembali tahta tersebut.Terjadilah perang saudara antara ayah dan anaknya.Karena Sultan Haji menerima pertolongan dari Belanda maka Sultan Ageng sanggup dikalahkan.Kemenangan tersebut merupakan awal kehancuran Banten.Kehidupan ekonomi rakyat Banten banyak ditopang dari sektor perdagangan, lantaran sebagai sentra pelayaran dan perdagangan, Banten mempunyai materi ekspor yaitu lada.Kehidupan sosialnya sudah berlandaskan pada pedoman Islam.

7.Kerajaan Cirebon

 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Kerajaan Cirebon


            Kerajaan Cirebon atau Kasultanan Cirebon yakni kerajaan Islam pertama di Jawa Barat.Didirikan oleh Fatahilah pada masa pemerintahan Fatahilah.Kerajaan Cirebon sangat maju.Hubungan Kerajaan Cirebon dan Mataram sangat baik.Mataram menghormati Cirebon sebagai kerajaan yang didirikan oleh salah seorang wali.Fatahilah wafat dan dimakamkan di Gunung Jati.Setelah Fatahilah wafat, pemerintahan dipegang oleh Panembahan Ratu.Pada masa pemerintahannya, Cirebon di bawah kekuasaan Mataram.Kemudian ia digantikan oleh Panembahan Girilaya, yang membagi kasultanan menjadi dua wilayah yaitu Kanoman dan Kasepuhan.Kanoman pun pecah menjadi Kanoman dan Kacirebonan.Adanya pemisahan tersebut mengakibatkan Kasultanan Cirebon melemah sehingga dikuasai VOC pada tahun 1861.Setelah perjanjian Kartasura tahun 1705, Cirebon makin lemah, VOC dan Mataram setuju bahwa Cirebon berada di bawah pengawasan VOC.

8.Kerajaan Makassar


 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Kerajaan Makassar


            Pada kala ke-16 di Sulawesi berdiri kerajaan-kerajaan Islam, di antaranya Kerajaan Gowa dan Tallo.Kedua kerajaan ini bergabung menjadi satu yaitu Kerajaan Makassar yang beribu kota di Sombaopu.Raja Gowa (Daeng Manrabia) menjadi raja dengan gelar Sultan Alaudin, sedangkan raja Tallo (Karaeng Mataoya) menjadi Mangkubumi bergelar Sultan Abdullah.Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah di Makassar.
1)    Sultan Alaudin (1591 – 1639)
Dalam memimpin Makassar bersama Sultan Abdullah, Sultan Alaudin sangat memerhatikan perkembangan pelayaran dan perdagangan, sehingga Makassar menjadi bandar penting di wilayah Indonesia Timur.

2)    Sultan Hasanuddin (1654 – 1660)
Di bawah pemerintahan Sultan Hasanuddin, Makassar mencapai kejayaannya.Perdagangan dan pelayaran maju pesat dan wilayah bertambah luas.Juga telah disusun kitab UU aturan perdagangan yaitu Ade Allopiloping Bacanna Pabalue.Sultan Hasanuddin juga melaksanakan perlawanan terhadap Belanda yang ingin menerapkan  monopoli di Makassar.Kekuatan Sultan Hasanuddin mulai terdesak ketika Belanda menerapkan politik mencerai-beraikan antara Sultan Hasanuddin dengan Aru Palaka, raja Bone.Puncaknya ketika Sultan Hasanuddin menandatangani perjanjian Bongaya tahun 1667, yang isinya sebagai berikut.
a)    Makassar melepaskan beberapa wilayah yang dikuasainya.
b)    VOC berhak memegang monopoli di Makassar.
c)    VOC sanggup mendirikan benteng di Makassar yaitu Benteng Fort Rotterdam.
d)    Aru Palaka diakui sebagai raja Bone.

3)    Mapasombha
Mapasombha yakni penentang VOC, akan tetapi ia tidak bisa mempertahankan Makassar lantaran VOC sangat kuat.Kehidupan Kerajaan Makassar sebagian besar ditopang dari sektor pelayaran dan perdagangan.Hal ini lantaran selain letaknya yang strategis di tengah jalur pelayaran, juga lantaran suku bangsa Bugis dan Makassar yakni pelaut yang ulung.

9.Kerajaan Ternate

 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Kerajaan Ternate



            Ternate yakni salah satu Kerajaan yang maju dalam pelayaran dan perdagangan di Indonesia di penggalan timur.Oleh lantaran itu timbul dua komplotan dagang yaitu berikut.
1)    Uli lima yang terdiri atas Ambon, Bacan, Obi, Seram, dan Ternate sebagai ketuanya.
2)    Uli siwa yang beranggota Makean, Halmahera, Kai, pulau-pulau kecil lainnya, dan Tidore sebagai ketuanya.

Pada kala ke-14, agama Islam mulai berkembang di Ternate.Kerajaan Ternate berkembang pesat lantaran faktor kekayaan rempah-rempahnya dan kemajuan pelayaran dan perdagangan.Agama Islam juga menerima perhatian.Hal ini dibuktikan dengan mengirim para cowok ke Jawa untuk mencar ilmu Islam kepada Sunan Giri.
Pada masa pemerintahan Sultan Hairun, Ternate mengadakan penyerangan ke Portugis, namun mengalami kegagalan lantaran Sultan Hairun dibunuh oleh Portugis.Perjuangan dilanjutkan oleh Sultan Baabullah.Pada tahun 1575, benteng Portugis sanggup direbut dan Portugis melarikan diri ke Ambon.

10.Kerajaan Tidore


 Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada
Kerajaan Tidore


            Pada mulanya persaingan antara Ternate dan Tidore dalam duduk perkara perdagangan.Persaingan tersebut diperuncing oleh kedatangan Portugis yang membantu Ternate dan Spanyol yang membantu Tidore.Konflik berhasil diselesaikan melalui Perjanjian Saragosa yang pada dasarnya Spanyol harus meninggalkan Maluku.Kemudian Ternate dan Tidore menyadari dan kesannya bersatu melalui komplotan Montir untuk melawan Portugis.Kerajaan Tidore mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Nuku.Wilayah  kekuasaannya mencakup kawasan Seram, Halmahera, Kepulauan Kei, dan Irian.


Demikianlah Artikel lengkap yang berjudul Sepuluh (10) Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia yang Pernah Ada.Semoga sanggup bermanfaat bagi Sobat Edukasi Lovers  semuanya.Jika artikel ini bermanfaat sudi kiranya bagi sahabat semua untuk mengelike dan membagikan artikel ini untuk menjaga kelangsungan blog ini menjadi lebih baik.Jika ada permintaan,pertanyaan,kritik,maupun saran,silahkan berikan komentar sahabat semua di kolom komentar di bawah ini.
Terima Kasih…
Salam Edukasi…


Comments

Popular posts from this blog

Sepuluh (10) Kerajaan-Kerajaan Hindu Buddha Di Indonesia Yang Pernah Ada

Sejarah Kerajaan Kediri (Panjalu) Beserta Penjelasannya Terlengkap

Peta Jalur Masuk Dan Persebaran Hindu Buddha Di Indonesia Beserta Penjelasannya