Tenis Meja: Pengertian, Sejarah,Peraturan Permainan,Teknik Dasar Tenis Meja Beserta Klarifikasi Terlengkap Mengenai Permainan Tenis Meja
TENIS MEJA: Pengertian, Sejarah,Peraturan Permainan,Teknik Dasar Tenis Meja Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Permainan Tenis Meja
![]() |
TENIS MEJA: Pengertian, Sejarah,Peraturan Permainan,Teknik Dasar Tenis Meja Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Permainan Tenis Meja |
Selamat Datang di Web Pendidikan edukasinesia.com
Hallo teman Edukasi Lovers,senang sekali rasanya pada kesempatan kali ini saya sanggup membagikan artikel untuk menambah pengetahuan dan wawasan teman Edukasi Lovers semua.Artikel yang akan saya bagikan pada kesempatan kali ini berjudul TENIS MEJA: Pengertian, Sejarah,Peraturan Permainan,Teknik Dasar Tenis Meja Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Permainan Tenis Meja
Tenis Meja adalah merupakan salah satu olahraga bola kecil yang cukup terkenal dan banyak dimainkan oleh Masyarakat lantaran permainan olahraga tenis meja ini tergolong gampang serta tidak memerlukan tempat yang luas, bahkan permainan Tenis Meja (Ping Pong) ini sanggup dilakukan didalam ruangan yang tidak terlalu besar.
Berawal dari sebuah permainan yang bersifat rekreasi, ping pong atau tenis meja menjadi olahraga serius yang turut dilombakan di ajang Olimpiade. Peminatnya pun tak sebatas pada para atlet tenis meja, tetapi merambah juga sampai ke klub atau perkumpulan nonformal di masyarakat.
Berawal dari sebuah permainan yang bersifat rekreasi, ping pong atau tenis meja menjadi olahraga serius yang turut dilombakan di ajang Olimpiade. Peminatnya pun tak sebatas pada para atlet tenis meja, tetapi merambah juga sampai ke klub atau perkumpulan nonformal di masyarakat.
Tenis meja, atau ping pong adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Di Republik Rakyat Tiongkok, nama resmi olahraga ini ialah "bola ping pong".Permainan ini menggunakan raket yang terbuat dari papan kayu yang dilapisi karet yang biasa disebut bet, sebuah bola pingpong dan lapangan permainan yang berbentuk meja. Induk Olahraga tenis meja di Indonesia yakni PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) dan di dunia yakni ITTF (International Table Tennis Federation) yang anggotanya mencapai 217 negara dan PTMSI tercatat sebagai Anggota ITTF semenjak tahun 1961.
Tenis meja dibuat di Inggris sekitar kala ke-19, di mana dimainkan oleh orang kelas atas sebagai permainan indoor sehabis makan malam. Tenis meja mempunyai beberapa nama, salah satunya "whiff-whaff", dan disarankan bahwa permainannya pertama kali dikembangkan oleh tentara Inggris di India atau Afrika Selatan, di mana mereka membawanya kembali ke Inggris. Sebaris buku disusun ditengah meja sebagai net, di mana dua bukunya berfungsi untuk memukul bola golf. Nama "ping-pong" digunakan hampir semua negara sebelum perusahaan Inggris J. Jaques & Son Ltd menjadikannya merek dagang pada tahun 1901. Nama "ping-pong" kemudian lebih digunakan untuk permainan yang dimainkan peralatan Jaques, dengan perusahaan lain menyebutnya tenis meja. Situasi yang sama terjadi juga di Amerika Serikat, di mana Jaques menjual hak nama "ping-pong" kepada Parker Brothers. Parker Brothers kemudian menjadikannya merek dagang tahun 1920-an, membuat organisasi lainnya mengubah nama menjadi "tenis meja" dibanding menggunakan nama yang lebih umum, namun dengan merek dagang.
Inovasi besar berikutnya dilakukan oleh James W.Gibb, pencinta tenis meja, yang menemukan bola seluloid dalam perjalanan menuju AS tahun 1901 dan menurutnya cocok untuk permainan. Ini diikuti E.C. Goode yang, pada tahun yang sama, membuat versi modern dari raket dengan memasang selembar karet yang diberi bintik, ke kayu yang sudah diasah. Tenis meja mulai terkenal pada tahun 1901 disebabkan turnamen yang dibuat, buku yang menuliskan perihal tenis meja, dan kejuaraan dunia tidak resmi pada tahun 1902. Pada awal 1900an, permainan ini tidak boleh di Russia lantaran penguasa pada masa itu percaya bahwa memainkan tenis meja mempunyai imbas yang jelek pada penglihatan pemain
Tahun 1921, Asosiasi Tenis Meja (TTA) dibuat di Inggris, dan diikuti Federasi Tenis Meja Internasional (ITTF) pada tahun 1926. London menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia resmi pertama tahun 1926. Tahun 1933, Asosiasi Tenis Meja Amerika Serikat, kini disebut, Tenis Meja Amerika, dibentuk.
Tahun 1930, Edgar Snow berkomentar di Red Star Over China bahwa pihak Komunis di Perang Saudara China mempunyai "hasrat untuk Tenis Meja asal Inggris" yang menurutnya "ganjil".
Tahun 1950an, raket yang menggunakan lembaran karet digabung dengan lapaisan spons di dasarnya mengubah permainan secara dramatis, meningkatkan kecepatan dan perputaran bola. Ini diperkenalkan perusahaan alat olahraga Inggris S.W. Hancock Ltd. Penggunaan lem cepat sanggup meningkatkan kecepatan dan perputaran lebih jauh, yang menghasilkan perubahan peralatan untuk "menurunkan kecepatan permainannya". Tenis meja diperkenalkan sebagai cabang Olimpiade pada tahun 1988.
Sejarah Tenis Meja
Pada sub penggalan ini, kita akan membahas mengenai sejarah tenis meja dunia dan sejarah tenis meja Indonesia secara khusus.
Sejarah Tenis Meja Dunia
![]() |
| Sejarah Tenis Meja Dunia |
Sejarah asal usul permainan tenis meja ini hampir sama dengan kebanyakan permainan olahraga lainnya yang menggunakan raket, yakni pada awalnya hanya dikenal sebagai permainan dan hiburan ringan di masyarakat. Tetapi mengenai asal musa permainan tenis meja, semenjak kapan dan oleh siapa yang pertama kali menciptakannya, sanggup diketahui dari beberapa sumber bacaan berikut ini.
1. Pada zaman insan purba, di Iran telah memainkan sebuah permainan yang menggunakan sebatang kayu sebagai pemukul bola tang terbuat dari usus hewan yang telah diisi angin.
2. Pada kala ke-12 Bangsa Perancis telah menyukai permainan tenis meja, dimana bolanya dibuat dari kertas diktat yang dipukul dengan tangan.
3. Sejak zaman purba Bangsa Indian telah memainkan permainan yang ibarat tenis meja. Bola yang digunakan serupa dengan bola bersayap bulu, pemukul yang digunakan yakni kayu yang dibungkus dengan kulit hewan menjangan.
4. Berbagai sumber menyebutkan bahwa olahraga permainan tenis meja asalnya dari Inggris. Permainan ini muncul dari permainan kuno pada kala pertengahan yang disebut mirip “gossima” dan “whiff-whiff“. Kemudian permainan ini berkembang lagi, di antaranya oleh angkatan bersenjata Inggris yang berada di India.
Ada juga, para opsir di kawasan koloninya di Afrika Selatan yang biasa memainkan permainan tenis meja sebagai hiburan ketika waktu senggang mereka. Meja yang digunakan yakni meja tanpa mempunyai ukuran tertentu dengan sebuah net atau jaring pada penggalan tengah-tengahnya, yang dipasang sejajar dengan ujung meja yang dipakai.
Jaring yang digunakan terbuat dari tali sepatu boat atau atau mirip perban pembungkus yang diikat ujungnya pada dua buah dingklik yang ditempatkan di kedua sisi penggalan tengah meja tersebut. Sementara itu alat pemukul yang digunakan yakni sebilah kayu yang telah dipotong berdasarkan bentuk sehingga ibarat raket yang digunakan mirip ketika ini.
Pada ketika itu pemukulnya diberi nama Vellum racket, yaitu alat pemukul pada permainan tenis meja yang mirip alat pemukul pada permainan tenis. Serta bola yang digunakan yakni bola yang digunakan pada permainan tenis, yakni pukul memukul secara langsung.
Di simpulan tahun 1880, bola karet yang dilapisi dengan kulit yang dirajut diganti bola celluloid. Pada tahun 1990, permainan tenis meja disempurnakan oleh beberapa negara Eropa penggalan barat. Pada tahun 1903, dibuat suatu ketetapan atau peringatan kepada para pemain tenis meja atas penggunaan busana malam bagi laki-laki dan perempuan dalam latihannya.
Selain itu, juga diberikan klarifikasi dan petunjuk mengenai teknis terperinci mengenai karet bintik, pegang penhold, dan seni administrasi permainan. kemudian olahraga permainan ini semakin terkenal pada tahun 1905, E. C. Goode dari London mengenalkan raket kepada khalayak dengan permukaan berupa karet.
Atas prakarsa Dr. George Lehmen dari Jerman pada tanggal 15 januari 1926, terbentu sebuah organisasi Internasional Table Tenis Federation yang kemudian disingkat ITTF, Hown Ivor Montagu dari Inggris yang menjadi presiden pertamanya. Negara-negara yang menjadi anggotanya ketika itu adalah:
1. Inggris
2. Polandia
3. Jerman
4. Swedia
5. Perancis
6. Cekoslowakia
7. india, dan
8. Jepang.
Bertempat di Memorial hall, Farringdon Street, di simpulan tahun itu juga diadakan kejuaraan Eropa dengan peserta:
1. Denmark
2. Cekoslowakia
3. Austria
4. Inggris
5. Hungaria
6. Jerman
7. Swedia
8. Wales
9. India
Pada 12 Desember 1926, disepakati anggaran dasar dan peraturan permainan, sedangkan kejuaraan yang tadinya antar negara Eropa dijadikan atau dianggap sebagai kejuaraan tenis meja pertama tingkat dunia.
Kemudian di tahun 1939, sebanyak 28 asosiasi dari negara-negara terdaftar sebagai anggota ITTF. Sejak kejuaraan tenis meja dunia pada tahun 1926, selanjutnya untuk setiap tahunnya diadakan sekali sampai yang ke – 13 pada tahun (1938), kemudian sampai tahun 1945 kejuaraan tidak sanggup diselenggarakan lantaran terganggu perang dunia.
Pada tahun 1946, kejuaraan dunia yang ke- 14 kembali diadakan, kali ini berlokasi di Paris (Perancis). Selanjutnya diadakan terencana setiap dua tahun sekali.
Pada tahun 1946, pertama kali diadakan pertemuan umum (general meeting) selama berlangsungnya kejuaraan dunia ke – 14 di Paris. Pada tahun 1967, presiden ITTF, Hon Ivor Montagu mengundurkan diri dari presiden ITTF dan digantikan oleh H. Roy Evans dari Wales. Tahun 1976 bulan Maret, ITTF mengangkat sekjen profesional yang tidak dipilih oleh general meeting yang berkantor di St. Leonards On Sea di Inggris.
Pada bulan November 1977, Komite Olimpiade Internasional IOC mengakui cabang olahraga tenis meja sebagai cabang olahraga Olimpiade dengan ITTF sebagai satu-satunya induk organisasi internasional yang mengaturnya.
Secara resmi cabang olahraga tenis meja mulai dipertandingkan pada olimipic game ke – 24 tahun 1988 Seoul. Akibat ratifikasi tersebut, ITTF diharuskan untuk menambahkan dalam peraturannya yang menyangkut status amatir dan profesional , yaitu pasal 26 dari Olimpic Charter, yang mana pada peraturan sebelumnya tidak ada.
Kepengurusan H. Roys Evans berakhir pada tahun 1987. Sedangkan yang terpilih menjadi ketua gres yakni Ichiro Ogimura dari Jepang. Ichiro Igimura mendapat dukungan penuh dari para anggota ITTF Asia, Afrika dan Amerika Latin sehingga memenangkan pemilihan dengan angka yang meyakinkan, yakni mendapat 65 bunyi dari 104 pemilik hak suara.
Perubahan dalam sistem pertandingan mengalami perubahan pada tahun 1991 dalam sistem pertandingan beregu putra, yang pada awalnya mempertandingkan 9 partai menjadi 5 partai. Rencana perubahannya sendiri dilakukan pada tahun 1989 di kongres ITTF, sehabis final kejuaraan dunia pada waktu itu antara China dan Swedia yang berlangsung hampir enam jam.
Sejarah Tenis Meja Indonesia
Olahraga tenis meja di Indonesia gres dikenal secara umum pada tahun 1930. Pada waktu itu, permainan tenis meja hanya dilakukan di balai-balai pertemuan orang Belanda sebagai suatu hiburan rekreasi. Pribumi yang boleh ikut permainan itu hanya golongan-golongan tertentu, mirip anggota keluarga pamong dari balai pertemuan tersebut.
Pada tahun 1939, sebelum pecah perang dunia ke-II, tokoh-tokoh tenis meja mendirikan Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia (PPPSI). Kemudian di kongresnya yang diadakan di Surakarta tahun 1958, PPPSI mengalami perubahan nama menjadi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI).
PTMSI pada tahun 1960 bergabung menjadi anggota federasi tenis meja Asia, TTFA (Table Tenis Federation of Asia). Setelah itu tenis meja Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat semenjak berdirinya sampai sekarang. Hal itu dilihat dari munculnya perkumpulan-perkumpulan tenis meja, serta banyaknya pertandingan tenis meja yang diperlombakan di arena olahraga tingkat nasional mirip PON, POMDA, dan Porda.
Setelah terdaftar sebagai anggota ITTF pada tahun 1961, Indonesia selalu diundang pada kejuaraan-kejuaraan resmi tingkat dunia. Selain itu, yang perlu diketahui dalam perkembangan permainan tenis meja nasional yakni berdirinya Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang pertama kali digelar pada awal tahun 1983, hal ini kemudian digelar setiap tiga bulan sekali, serta Silataruna setiap 6 bulan sekali semenjak 1986.
1) Raket
01. Ukuran, berat dan bentuk raket tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku. 02. Daun raket minimal 85 % terbuat dari kayu diukur dari ketebalannya; lapisan perekat di dalam kayu sanggup diperkuat dengan materi yang berserat mirip serat karbon (carbon fibre) atau serat beling (glass fibre) atau materi kertas yang dipadatkan, namun materi tersebut tidak boleh lebih dari 7,5 % dari total ketebalan atau berukuran 0,35 mm, yang lebih tipis yang digunakan sebagai acuan. 03. Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet licin/halus maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol ke luar (tanpa spons) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak boleh lebih dari 2.0 mm, atau bila menggunakan karet lapis (karet + spons) dengan bintik di dalamnya menghadap keluar atau ke dalam maka ketebalannya tidak boleh lebih dari 4.0 mm sudah termasuk dengan lem perekat. 04. Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus memperlihatkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk memeriksa/ mencobanya.
2) Bola
Bola tenis meja berdiameter 40 mm berat 2,7 gram. Biasanya berwarana putih atau oranye dan terbuat dari materi selulosa yang ringan. Pantulan bola yang baik apabila dijatuhkan dari ketinggian 30,5 cm akan menghasilkan ketinggian pantulan pertama antara 23–26 cm. Pada bola tenis meja biasanya ada tanda bintang dari bintang 1 sampai bintang 3, dan tanda bintang 3 inilah yang mengambarkan kualitas tertinggi dari bola tersebut dan biasanya digunakan dalam turnamen-turnamen resmi.
3) Meja lapangan
Ukuran Meja Tenis
Terkadang saya melihat ukuran meja di setiap tempat berbeda-beda, mulai dari pajag meja, lebar meja, tinggi meja dan masih banyak lagi yang masih saya belum mengetahui.
Dulu saya melihat meja di sekolah lain, terkadang itu meja membuat sendiri dan ukurannya tidak sesuai dengan standar ukuran yang umum.
Kalau kita membeli meja yang gres terkadang ukurannya sudah standar umum mulai panjang tenis meja: 2,74 meter, lebar meja tenis meja: 1,525 meter, tinggi tenis meja: 76 cm, dan warna tenis meja: Gelap dan pudar yang terkenal warna hijau, lebar garis pinggir meja: 2 cm.
Ukuran Net Tenis Meja
· Tinggi net tenis meja: 15,25 cm.
· Jarak tiang dari net meja: 15,25 cm.
Ukuran Bola Tenis Meja
· Diameter bola tenis meja; 40 mm.
· Berat bola tenis meja: 25 gram.
· Warna bola tenis meja: Putih dan orange tidak mengkilap.
Ukuran Bet Tenis Meja
· Berat bet tenis meja kurang lebih: 150 gram.
· Daun bet datar dan 85% dari kayu.
· Tebal bet busa karet biasanya yakni 2 mm.
· Tebal bet karet bintik maksimal 4 mm.
4.Peraturan Tenis Meja
![]() |
| Peraturan Tenis Meja |
Semua permainan atau olahraga niscaya ada hukum dan perangkat permainanya, begitu juga pada permainan tenis meja supaya permainan sanggup berjalan tertib dan berlangsung menarik. Pada olahraga permainan tenis meja, ada beberapa perangkat yang diharapkan dan semuanya mempunyai hukum yang terperinci dan harus ditaati oleh setiap pemain, mirip meja, bola, raket, dan net. Selain dari itu ada juga perangkat pendukung lainnya yaitu pemain dan wasit.
Berikut ini kita akan membahas peraturan permainan tenis meja secara lengkap.
Meja
· Pada meja tempat bermain tenis meja, permukaan berbentuk segi empat dengan ukuran panjang 2, 74 m dan lebar 1,525 m, tinggi 76 cm di atas lantai dan harus datar.
· Permukaan meja tidak termasuk sisi permukaan meja.
· Permukaan meja boleh dibuat dari materi apa saja, tetapi harus menghasilkan pantulan sekitar 23 cm dari bola yang dijatuhkan dari ketinggian 30 cm.
· Meja tenis seluruh permukaannya harus berwarna pudar atau gelap dan garis putih dengan lebar dua cm pada sisi panjang meja 2, 74 m dan tiap lebar meja 1,525 m.
· Permukaan meja dibagi dalam dua penggalan yang sama secara vertikal oleh net paralel dengan garis simpulan dan harus melewati lebar permukaan masing-masing penggalan meja.
· Untuk permainan ganda, semua penggalan meja harus dibagi menjadi 2 penggalan yang sama dengan garis tengah berwarna putih selebar 3 mm, paralel dengan garis lurus sepanjang kedua penggalan meja, garis tengah tersebut harus dianggap menjadi dua penggalan kiri dan kanan.
Net
· Perangkat net harus terdiri dari net, perpanjangannya dan kedua tiang penyangga termasuk kedua penjepit yang dilekatkan ke meja.
· Net harus terpasang dengan santunan tali yang menempel pada kedua ujung tiang setinggi 15,25 cm, batas perpanjangan kedua tiang di setiap sisi simpulan lebar meja yakni 15,25 cm.
· Ketinggian sisi atas net secara keseluruhan harus 15,25 cm di atas permukaan meja.
· Dasar net sepanjang lebar meja harus rapat dengan permukaan meja dan perpanjangan ujung net harus serapat mungkin dengan tiang penyangganya.
Bola
· Bola harus bundar dengan diameter 40 melimeter.
· Berat bola harus 2,7 gram.
· Bola harus terbuat dari materi celulos (celluloid) atau sejenis materi plastik berwarna putih atau orange, serta tidak mengkilap.
Raket/Bet
· Ukuran, berat dan bentuk tidak ditentukan, tetapi daun raket harus datar dan kaku.
· Ketebalan daun raket minimal 85% terbuat dari kayu, sanggup dilapisi dengan materi perekat yang berserat mirip fiber karbon atau fiber glass atau materi kertas yang dipadatkan, materi tersebut tidak lebih dari 7,5% dari total ketebalan 0,35 mm, yang merupakan penggalan yang lebih sedikit/tipis.
· Sisi daun raket yang digunakan untuk memukul bola harus ditutupi oleh karet datar maupun bintik, bila menggunakan karet bintik yang menonjol keluar (karet pletok) maka ketebalan karet termasuk lapisan lem perekat tidak lebih dari 2 mm, atau bila dilapisi karet lunak (sandwich rubber) atau spons dengan karet bintik di dalamnya maka ketebalannya tidak lebih dari 4 mm termasuk lem perekat.
– Karet bintik biasa yakni lapisan tunggal yang bukan karet cellular, sintetik atau karet alam, dengan bintik yang menyebar di permukaan karet secara merata dengan kepadatan tidak kurang dari 10 per cm² dan tidak lebih dari 30 per cm².
– Karet lunak (sandwich rubber) yakni lapisan dari karet cellularyang ditutupi dengan lapisan luar karet bintik biasa. Ketebalan dari akret bintik tidak lebih tidak kurang dari 2 mm.
– Karet bintik biasa yakni lapisan tunggal yang bukan karet cellular, sintetik atau karet alam, dengan bintik yang menyebar di permukaan karet secara merata dengan kepadatan tidak kurang dari 10 per cm² dan tidak lebih dari 30 per cm².
– Karet lunak (sandwich rubber) yakni lapisan dari karet cellularyang ditutupi dengan lapisan luar karet bintik biasa. Ketebalan dari akret bintik tidak lebih tidak kurang dari 2 mm.
· Karet epilog daun raket tidak melebihi daun raket itu sendiri, kecuali pada penggalan yang terdekat dari kayu yang dipegang dan yang ditutupi oleh jari-jari sanggup ditutupi olah materi lain atau tidak ditutupi.
· Daun raket, lapisan yang menutupi baik karet atau lemnya harus merata (tidak bersambung) dan juga ketebalannya.
· Permukaan raket yang tidak ditutupi raket pada sisi, harus diwarnai pada sisi yang tidak ditutupi oleh karet dengan warna pudar, merah atau hitam (tidak sama dengan warna sebelahnya).
· Karet raket yang digunakan harus tanpa perlakuan materi kimia, berupa karakteristik karet secara fisik, atau hal lainnya
– Apabila terjadi sedikit penyimpangan atau kekurangan pada warna dan kesinambungan permukaan akhir kerusakan yang ditimbulkan oleh tragedi yang tidak disengaja sanggup diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan raket.
– Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus memperlihatkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk mengusut atau mencobanya.
– Apabila terjadi sedikit penyimpangan atau kekurangan pada warna dan kesinambungan permukaan akhir kerusakan yang ditimbulkan oleh tragedi yang tidak disengaja sanggup diijinkan sepanjang tidak merubah karakteristik dari permukaan raket.
– Pada permulaan permainan dan kapan saja pemain menukar raketnya selama permainan berlangsung, seorang pemain harus memperlihatkan raketnya pada lawannya dan pada wasit dan harus mengijinkan wasit dan lawannya untuk mengusut atau mencobanya.
Permainan tunggal
· Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
· Servis berganti pemain setiap mencapai poin kelipatan 2.
· Pemegang servis bebas menempatkan bola dari segala penjuru lapangan.
· Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
· Apabila terjadi deuce, permainan berakhir bila selisih nilai yakni 2. misal: 15-13, 18-16
Permainan ganda
· Setiap bola mati menghasilkan nilai satu.
· Servis bergantian setiap poin kelipatan 2.
· Pemain bergantian menerima bola dari lawan
· Pemegang servis hanya sanggup menempatkan bola ke ruang kamar sebelah kanan lawan.
· Permainan satu set berakhir apabila pemain mencapai nilai 11, dan kemenangan diraih apabila mencapai 3 atau 4 kali kemenangan set.
· Apabila terjadi deuce, permainan berakhir bila selisih nilai yakni 2. misal: 13-11, 15-17
6.Teknik Dasar Dalam Permainan Tenis Meja
![]() |
| Teknik Dasar Dalam Permainan Tenis Meja |
Ada banyak sekali teknik dasar dalam permainan tenis meja yang harus diketahui dan dikuasai seorang pemain, yaitu;
Cara Memegang Bed
Dalam permainan tenis meja, ada dua cara memegang bed yakni pegangan jabat tangan (shakehand grip) dan pegangan tangkai pena (penbolder grip).
1. Pegangan jabat tangan (shakehand grip), cara melakukannya yakni sebagai berikut.
· Bagian depan gagang bed dipegang melingkar oleh ibu jari dan jari tangan lainnya, jari telunjuk terpisah menahan di belakang bet.
· Posisi bet bangun mengarah ke depan dan ke belakang pemain.
Posisi Tubuh
Hal yang penting dalam teknik permainan tenis meja untuk berbagi permainan yakni penempatan posisi tubuh pada banyak sekali bentuk pukulan. Cara menempatkan posisi tubuh yakni sebagai berikut.
1. berdiri menghadap ke arah permainan.
2. Kedua kaki dibuka sejajar, kedua lutut agak ditekuk, tubuh agak membungkuk dan salah satu tangan memegang bed di depan badan.
3. Berat tubuh ditumpukkan pada kedua ujung kaki biar leluasa untuk melaksanakan gerakan.
4. Tempatkan posisi tubuh di tengah-tengah belakang meja dengan jarak secukupnya.
Pukulan
Jenis pukulan dalam permainan tenis meja yang akan dibahas yaitu pukulan forehend dan pukulan backhand.
a. Pukulan Forehand, cara melakukannya yang benar yakni sebagai berikut.
· Berdiri di belakang meja menghadap ke arah permainan
· Salah satu kaki ditempatkan di depan dan lainnya di belakang
· Salah satu tangan memegang bed di samping tubuh dengan lengan bawah membentuk sudut 90°
· Pukulan dilakukan dengan menggerakkan bet dari belakang ke depan
· Bed harus mengenai bola pada ketika bola mencapai titik tertinggi.
b. Pukulan Backhand, cara melakukannya yakni sebagai berikut.
· Berdiri di belakang meja menghadap ke arah permainan
· Salah satu kaki ditempatkan di depan dan kaki lainnya di belakang
· Salah satu tangan memegang bed di depan tubuh dengan lengan atas membentuk sudut kecil dengan tubuh
· pukulan dilakukan dari arah belakang ke arah samping depan
· Bed harus mengenai bola ketika mencapai titik tinggi.
7.Cara Memegang Bet Tenis Meja
![]() |
| Cara Memegang Bet Tenis Meja |
Grip atau memegang bet tenis meja yakni salah satu teknik dasar tenis meja yang harus kau ketahui secara keseluruhan, lantaran dengan memegang bet yang secara benar sanggup memudahkan Anda untuk bermain secara benar.
Sehingga bila kau terjadi kesalahan atau terbiasa ketika memegang bet, akan sulit untuk dirubah. Ini saya kasih tau tips memegang bed secara benar.
Sikap Dasar
a. Square Stance
Square Stance adalah posisi tubuh yang menghadap penuh ke arah meja, biasanya posisi ini digunakan dalam mendapatkan servis dari lawan atau posisi siap kembali sehabis mendapatkan pukulan dari lawan.
b. Side Stance
Side Stance meriupakan posisi tubuh yang menyamping, baik kesamping kanan maupun kesamping kiri. Pada side stance jarak anatara pundak ke meja atau ke net harus ada yang lebih dekat.
c. Open Stance
Open Stance adalah modifikasi dari side stance. Stance ini hanya dilakukan untuk backhand block, dan kaki kiri agak terbuka keluar dan agak ke depan untuk pemain tangan kanan.
Cara Servis
a. Shakehands Grip
Shakehands grip adalah merupakan cara memegang yang sangat terkenal digunakan oleh para atlit sedunia, lantaran cara ini memperlihatkan peluang terhadap pemain secara baik yang sudah berpengalaman dalam bermain tenis meja.
Shakehands grip yaitu cara pegang yang sangat berkhasiat dan paling terkenal dan cara pegang mirip ini, banyak yang sudah disarankan oleh para instruktur tenis meja baik dalam negara ataupun luar negara.
b. Penholder Grip
Cara memegang Bet grip dengan penholder adalah bet yang sering populer, lantaran jenis pukulan andalan yaitu pukulan forehand, namun sangat sulit untuk dipraktekkan.
Backhand umumnya sering digunakan untuk pemain yang sangat mempunyai pergerakan kaki yang cepat, dan membuat pemain sangat banyak yang ingin mencobanya .
Jenis Pukulan Tenis Meja
Di dalam bermain tenis meja tidak sembarang untuk memukulnya dalam permainan tenis meja. Harus menguasai teknis dan cara melaksanakan pukulan yang benar,
Karena pukulan bermain tenis meja menjadi salah satu penting bagi kalian untuk sanggup mengalahkan lawan ketika bertanding di tengah lapangan tenis meja.
Lalu apa saja yang Anda harus ketahui perihal jenis-jenis teknik pukulan dalam permainan tenis meja.
Nah ini saya ada kesempatan untuk menerangkan secara lengkap perihal jenis teknik pukulan tenis meja, saya akan bahas secara satu persatu.
· Push
Jenis teknik ini biasanya dengan memukul bola menggunakan gerakan atau mendorong posisi bed yang telah terbuka.
Pukulan ini biasanya dilakukan untuk mengembalikan pukulan-pukulan push itu sendiri dan pukulan chop dari lawan., ada dua jenis pukulan push yaitu forehand push dan backhand push.
· Chop
Chop merupakan salah satu cara memukul bola dengan gerakan mirip menebang pohon dengan kapak,
chop umumnya digunakan untuk mengembalikan pukulan bola yang bermacam-macam, terkadang kita sulit mengambilnya, pukulan chop ada dua macam yaitu topspin, backspindan sidespin.
· Spin
Spin ini ketika memukulnya bet nya biasanya posisi di miringkan sedikit pukulan, ini menjadi salah satu serangan selain pukulan smash. Dan ada tiga jenis spin yaitu topsin, backspin dan sidespin.
· Lop
Teknik memukul bola lambung ke arah lawan yang dilakukan secara keras biar lawan sulit mengembalikan bola ke arah pertahanan
· Smash
Teknik pukulan smash pukulan bola ini yang dilakukan dengan lawan biasanya cara smah secara berpengaruh tenaga. Biasanya begitu kalau kita lihat di pertandingan tenis meja.
· Blok
Pukulan blok merupakan teknik memukul bola dengan gerakan yang menghentikan bola dalam sikap bet yang tertutup.
biasanya pukulan blok ini digunakan untuk mengembalikan bola -bola drive.
· Servis
pukulan servis ini digunakan untuk memperlihatkan bola pertama ke dalam permainan dengan banyak sekali macam cara, sanggup juga digunakan untuk bola memantul untuk mengawali servis.
Kemudian dipukul dengan bet dan bola dianjurkan melewati atas net sampai karenanya memantul di kawasan meja lawan.
· Drive
Drive adalah cara pukulan yang dilakukan dengan gerakan bet dari arah bawah dan selalu geser ke atas melalui posisi bet dalam keadaan tertutup .
Pukulan drive dapat di pakai oleh pemain tenis meja sebagai pukulan serangan dan sanggup diubahsuaikan dengan harapan pemain, dalam permainan tenis meja ada dua macam pukulan yaitu forehand drive dan backhand push.
8.Sistem Score Tenis Meja
Berikut ini menghitung score tenis meja, seorang pemain akan mendapatkan satu angka bila pemain itu baik yang dilakukannya atau melakukan servis dengan baik.
Apabila seorang lawan tidak sanggup mengambil bola servis maka yang berhak untuk mendapatkan poin orang yang melakukan servis tersebut.
Pemain Kehilangan Nilai
· Dia gagal yang melakukan servis dengan sempurna.
· Lawan membuat servis yang tepat atau mengembalikan bola dengan sempurna, tetapi pemain tersebut tidak berhasil mengembalikan dengan sempurna.
· Jika bet atau pemukulnya yang digunakan buat menangkis bola menyentuh net pada waktu bola di dalam permainan in play.
· Jika tangannya bebasnya menyentuh bidang permainan atau meja pada waktu bola dalam permainan.
Perhitungan Nilai Poin
· Setiap game dimenangkan oleh pemain atau pasangan lawan.
· Setiap permainan dimenangkan oleh pemain atau pasangan yang telah terdahulu mencapai nilai 21.
· Di dalam duece, perpindahan bola dilakukan sehabis mencapai nilai ataupun tidak, tetapi bola harus pindah atau bergantian.
Demikianlah Artikel lengkap yang berjudul TENIS MEJA: Pengertian, Sejarah,Peraturan Permainan,Teknik Dasar Tenis Meja Beserta Penjelasan Terlengkap Mengenai Permainan Tenis Meja.Semoga sanggup bermanfaat bagi Sobat Edukasi Lovers semuanya.Jika artikel ini bermanfaat sudi kiranya bagi teman semua untuk mengelike dan membagikan artikel ini untuk menjaga kelangsungan blog ini menjadi lebih baik.Jika ada permintaan,pertanyaan,kritik,maupun saran,silahkan berikan komentar teman semua di kolom komentar di bawah ini.
Terima Kasih…
Salam Edukasi…









Comments
Post a Comment